Klinik Pratama Elisabeth Rayakan Hari Orang Sakit Sedunia Ke-34 Dan HUT Ke-12 Dalam Suasana Syukur Dan Pelayanan

31

MAKBUSUN, KOMSOSKMS.ORG – Dalam suasana penuh syukur dan kebersamaan, umat Allah bersama tenaga kesehatan Klinik Pratama Elisabeth St. Carolus Borromeus SP III Makbusun merayakan Perayaan Ekaristi Hari Orang Sakit Sedunia (HOS) KE-34 yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Ulang Tahun ke-12 Klinik Pratama Elisabeth, Rabu (11/02). Perayaan ini menjadi momen istimewa untuk mendoakan para pasien, tenaga medis, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelayanan kesehatan.

Dalam suasana penuh syukur dan kebersamaan, umat Allah bersama tenaga kesehatan Klinik Pratama Elisabeth St. Carolus Borromeus SP III Makbusun merayakan Perayaan Ekaristi Hari Orang Sakit Sedunia yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Ulang Tahun ke-12 Klinik Pratama Elisabeth, Rabu (11/02).

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Pastor Paroki Fransiskus Xaverius SP III, Pastor Adrianus Bon. Dalam homilinya, Pastor Adi Bon menegaskan bahwa orang sakit tidak pernah berjalan sendirian, sebab Tuhan senantiasa dekat dengan mereka yang menderita. “Kepada saudara dan saudari yang sedang sakit, entah di rumah, di rumah sakit, atau dalam keterbatasan usia, Tuhan berkata: Aku melihat penderitaanmu dan Aku berjalan bersamamu. Penderitaanmu tidak akan sia-sia bila dipersatukan dengan salib, sumber rahmat,” tegasnya.

Suasana doa yang hening dan penuh haru menyelimuti umat ketika secara khusus dipanjatkan doa bagi anggota keluarga dan kerabat yang sedang sakit. Pada kesempatan tersebut, para tenaga kesehatan dari Klinik Pratama Elisabeth juga menerima berkat khusus sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam pelayanan kesehatan. Umat pun diajak membangun solidaritas, tidak hanya melalui doa, tetapi juga melalui tindakan nyata seperti kunjungan kasih dan perhatian bagi mereka yang tengah memanggul salib penderitaan.

Dalam homilinya, Pastor Adi Bon menegaskan bahwa orang sakit tidak pernah berjalan sendirian, sebab Tuhan senantiasa dekat dengan mereka yang menderita

Pimpinan Klinik Pratama Elisabeth, Sr. Alfiana, CB, menekankan pentingnya hati yang peka terhadap sesama. “Kita diberi rahmat khusus seperti ini supaya membuka hati kita, agar kita belajar dari orang Samaria yang baik hati — untuk peduli dan peka melihat penderitaan sesama. Bukan hanya penderitaan fisik, tetapi juga sosial dan budaya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Sr. Alfiana juga menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada para dokter dan seluruh tenaga medis Klinik Pratama Elisabeth atas ketulusan dan komitmen mereka dalam memberikan pelayanan terbaik bagi para pasien. “Saya pribadi sebagai pimpinan Klinik Pratama Elisabeth memberikan apresiasi yang luar biasa kepada dokter dan seluruh tim medis yang dengan hati tulus melayani pasien yang membutuhkan. Terima kasih juga kepada semua pihak yang telah membantu Klinik Pratama Elisabeth, baik secara langsung maupun tidak langsung,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, para tenaga kesehatan dari Klinik Pratama Elisabeth juga menerima berkat khusus sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam pelayanan kesehatan

Perayaan Hari Orang Sakit Sedunia ini menjadi pengingat bahwa Gereja senantiasa hadir membawa penghiburan dan harapan, terutama bagi mereka yang sedang sakit dan menderita. Dalam kebersamaan sebagai satu keluarga Allah, umat diajak untuk terus menyalakan lilin kasih dan menghadirkan perhatian yang memulihkan.

Momentum syukur atas 12 tahun perjalanan pelayanan Klinik Pratama Elisabeth turut diwarnai dengan kilas balik perjalanan misi kesehatan yang telah dijalankan. Sejak berdiri, klinik ini berkomitmen menghadirkan pelayanan yang profesional, ramah, dan berlandaskan nilai-nilai Kristiani. Berbagai tantangan telah dilewati, namun semangat melayani tetap menjadi fondasi yang tak tergoyahkan.

Perayaan ini tidak hanya menjadi ungkapan syukur atas perjalanan panjang pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi panggilan bersama untuk terus merawat harapan, menumbuhkan kepedulian, serta menjadi tanda kasih Allah bagi mereka yang menderita.

Usai Perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan kue ulang tahun oleh seluruh Tim Kesehatan Klinik Pratama Elisabeth, kemudian ditutup dengan jamuan kasih sebagai ungkapan syukur dan simbol persaudaraan.