
SORONG, KOMSOSKMS.ORG – Jambore Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner (SEKAMI) II se-Tim Pastoral Wilayah (TPW) Sorong resmi dibuka melalui Perayaan Ekaristi Kudus yang dipimpin oleh Uskup Keuskupan Manokwari-Sorong, Mgr. Hilarion Datus Lega, di Paroki Emaus HBM Sorong.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini menjadi momentum iman yang mempertemukan ratusan anak-anak dan remaja SEKAMI dari berbagai paroki di wilayah Sorong untuk bertumbuh bersama dalam persaudaraan, doa, dan semangat misioner.
Mengusung tema “Bersatu Dalam Kristus, Satu Dalam Misi”, jambore diharapkan menjadi sarana pembinaan iman sekaligus penguatan identitas misioner bagi generasi muda Gereja.
Uskup Datus: Anak-anak SEKAMI Harus Terus Aktif
Dalam homilinya, Uskup Datus mengajak seluruh anak-anak SEKAMI di paroki maupun pra-paroki Keuskupan Manokwari-Sorong untuk tetap giat dan aktif mengikuti berbagai kegiatan Gereja.
Menurutnya, keterlibatan anak-anak dalam kehidupan menggereja tidak hanya bergantung pada diri mereka sendiri, tetapi juga memerlukan dukungan orang tua serta keluarga.
“Anak-anak SEKAMI di paroki maupun pra-paroki harus terus giat dan aktif. Yang pertama dari anak-anak itu sendiri, kedua dari orang tua, dan ketiga dari saudara, baik kakak maupun adik. Anak-anak SEKAMI harus terus aktif dan terlibat dalam kegiatan SEKAMI, mulai dari Minggu SEKAMI, pembinaan setiap minggu, hingga mempersiapkan diri untuk masuk dalam Remaja Katolik (REKAT) dan kemudian Orang Muda Katolik (OMK),” tegas Uskup Datus.

Ia menegaskan bahwa pembinaan sejak usia dini merupakan fondasi penting untuk melahirkan generasi Gereja yang beriman, bertanggung jawab, dan siap mengambil bagian dalam karya pewartaan Injil.
Meriah dan Penuh Sukacita
Suasana pembukaan jambore berlangsung meriah dan penuh sukacita. Para peserta hadir mengenakan atribut khas dari masing-masing paroki serta menampilkan berbagai yel-yel yang menggambarkan kekayaan budaya dan semangat persaudaraan umat Katolik di wilayah Sorong.
Kehadiran para pastor, biarawan-biarawati, pembina SEKAMI, serta orang tua peserta semakin menambah semarak perayaan pembukaan tersebut.
Diikuti Enam Paroki di Wilayah Sorong
Ketua Direktorat Diosesan Karya Misioner Indonesia (DIRDIOS KKI) Keuskupan Manokwari-Sorong, P. Krispianus Pandalewa, SVD, menjelaskan bahwa Jambore SEKAMI II diikuti oleh utusan dari enam paroki yang berada di TPW Sorong.
Keenam paroki tersebut adalah Paroki Kristus Raja Sorong, Paroki Maria Bintang Laut Doom, Paroki Emaus HBM Sorong, Paroki Santo Petrus Remu, Paroki Santo Arnoldus Janssen Malanu, dan Paroki Santo Yohanes Pembaptis.
“Yang mengikuti Jambore SEKAMI ini hanya enam paroki dan seluruh kegiatan dipusatkan di Paroki Emaus HBM Sorong berdasarkan kesepakatan para pastor se-TPW Sorong. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari,” ungkap Pastor Krispianus.

Menumbuhkan Kesadaran Misioner Anak-anak
Lebih lanjut, Pastor Krispianus menjelaskan bahwa jambore ini bertujuan mempertebal dan memperkuat iman anak-anak serta remaja Katolik, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan panggilan misioner yang melekat pada setiap orang yang telah dibaptis.
“Sesuai dengan tema jambore, ‘Bersatu Dalam Kristus, Satu Dalam Misi’, tujuan utamanya adalah agar anak-anak semakin menyadari panggilan misioner mereka untuk mewartakan Injil. Misi bukan tugas seorang diri, melainkan tugas seluruh umat yang telah dibaptis,” katanya.
Ia berharap para peserta terus bertumbuh menjadi pribadi yang aktif, ceria, cerdas, dan bersahabat dalam menjalankan panggilan hidup mereka, baik di lingkungan Gereja, sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Persiapan Dilakukan Sejak Februari
Sekretaris Panitia Jambore SEKAMI II Se-TPW Sorong, Theresia Abaulu, mengungkapkan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan jauh hari sebelum pelaksanaan kegiatan.
Menurutnya, panitia bersama para pembina SEKAMI di wilayah Sorong telah menggelar rapat koordinasi sejak Februari untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik.
“Setiap paroki mengirimkan 50 peserta dan 10 pembina. Kami berharap melalui Jambore SEKAMI II ini iman anak-anak semakin kuat dan mereka terbiasa menghidupi semangat doa, derma, kurban, dan kesaksian sejak usia dini,” ujarnya.

Theresia menambahkan bahwa semangat 2D2K (Doa, Derma, Kurban, dan Kesaksian) menjadi nilai utama yang ingin ditanamkan kepada seluruh peserta selama jambore berlangsung.
Membentuk Generasi Gereja yang Tangguh
Sementara itu, Ketua TPW Sorong, P. Izaak Bame, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan jambore merupakan bagian dari upaya Gereja dalam membentuk generasi penerus yang tangguh dan berakar kuat dalam iman.
Ia mengajak seluruh peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat dan sukacita agar memperoleh pengalaman berharga bagi perkembangan iman mereka.
“Melalui jambore ini, anak-anak SEKAMI dipersiapkan menjadi generasi Gereja yang tangguh di masa depan. Karena itu, ikutilah seluruh kegiatan dari awal hingga akhir dengan penuh antusias demi pertumbuhan ima dan persaudaraan,” pesannya.
Tanda Nyata Perhatian Gereja
Pembukaan Jambore SEKAMI II Se-TPW Sorong menjadi tanda nyata perhatian Gereja terhadap pembinaan generasi muda sejak usia anak-anak. Dengan semangat “Bersatu Dalam Kristus, Satu Dalam Misi”, para peserta diajak untuk semakin mencintai Gereja, bertumbuh dalam iman, serta siap mengambil bagian dalam karya misi Gereja di masa depan.
Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta akan mengikuti berbagai kegiatan pembinaan, pendalaman iman, permainan edukatif, dinamika kelompok, serta aktivitas yang memperkuat semangat persaudaraan dan misioner sebagai anggota SEKAMI.
“Satu Dalam Kristus, Bersatu Dalam Misi” menjadi semangat yang mewarnai seluruh rangkaian Jambore SEKAMI II Se-TPW S orong dan diharapkan menjadi pengalaman iman yang berkesan bagi seluruh peserta. (KOMSOS KMS).




