Aksi Penanaman 2.000 Pohon Sambut HUT ke-70 Paroki Santo Yoseph Ayawasi

58

AYAWASI, KOMSOSKMS.ORG — Dalam rangka menyongsong HUT ke-70 Paroki Santo Yoseph Ayawasi, umat bersama pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan melaksanakan aksi penanaman 2.000 pohon sebagai wujud kepedulian terhadap pelestarian lingkungan (17/2). Penanaman simbolis dilakukan di sekitar area gereja dan menjadi tanda dimulainya gerakan penghijauan di seluruh wilayah paroki.

Dalam rangka menyongsong HUT ke-70 Paroki Santo Yoseph Ayawasi, umat bersama pemerintah daerah melaksanakan aksi penanaman 2.000 pohon sebagai wujud kepedulian terhadap pelestarian lingkungan (17/2)

Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama Paroki Santo Yoseph Ayawasi, dalam hal ini Panitia HUT Paroki, dengan Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat Daya yang menyediakan beragam bibit, antara lain rambutan, mangga, dan armon. Sebagian bibit tersebut dibagikan kepada umat di setiap stasi dan lingkungan untuk ditanam di rumah masing-masing.

Acara ini dihadiri oleh Bupati Kabupaten Maybrat Karel Murafer, S.H., M.A., Sekda Kabupaten Maybrat, Dandim 1809/Maybrat, Kapolres Maybrat, para pimpinan OPD Kabupaten Maybrat, Anggota DPD RI Agustinus Kambuaya, S.IP, serta perwakilan Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat Daya.

Dalam sambutannya, Bupati Maybrat menegaskan pentingnya kegiatan penghijauan demi menjaga kelestarian alam.

Dalam sambutannya, Bupati Maybrat menegaskan pentingnya kegiatan penghijauan demi menjaga kelestarian alam.

“Kita perlu menyadari bahwa kegiatan penghijauan ini sangat penting. Kita menjaga hutan, menjaga sungai. Kalau bumi ini tidak hijau maka tidak menghasilkan air,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa wilayah Maybrat memiliki daerah subur dan juga daerah gersang, sehingga upaya penghijauan harus terus digalakkan agar lingkungan kembali hijau seperti dahulu.

Bupati juga mengajak masyarakat Maybrat untuk kembali peduli terhadap tanah dan lingkungan sendiri.

Bupati juga mengajak masyarakat Maybrat untuk kembali peduli terhadap tanah dan lingkungan sendiri. Pemerintah, katanya, sudah berkomitmen menyiapkan lahan pertanian untuk pengembangan ekonomi masyarakat.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak hanya bergantung pada hasil kebun dari daerah lain.

“Ibu-ibu jangan hanya duduk pegang HP saja, tetapi mari menggalakkan pertanian, menjadikan halaman rumah sebagai kebun sayur,” pesannya.

Ia juga menegaskan agar masyarakat tidak main tebang pohon ketika ada persoalan.

Bupati Maybrat, Karel Murafer S.H, M.A., melakukan penanaman secara simbolis di lokasi Gereja

Perwakilan Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat Daya menyampaikan bahwa penanaman pohon di Kabupaten Maybrat telah berlangsung beberapa kali. Ia berharap melalui penanaman pohon buah ini, lima hingga sepuluh tahun ke depan Maybrat dapat menjadi salah satu penghasil buah untuk wilayah Papua Barat Daya.

Hal senada juga disampaikan oleh anggota DPD RI Agustinus Kambuaya yang hadir pada saat itu. Ia mendorong masyarakat mengubah pola hidup menuju kemandirian pangan. Ia mengajak warga menjadikan lahan-lahan kosong sebagai lahan produksi: “Kita harus mampu memproduksi hasil sendiri: sayur, buah, telur, daging. Supaya hidup kita sehat, anak-anak cerdas, dan generasi kita menjadi generasi yang hebat.”

Pastor Paroki Felix Janggur OSA menegaskan bahwa merawat bumi sebagai rumah bersama merupakan tanggung jawab iman.

Pastor Paroki Felix Janggur OSA menegaskan bahwa merawat bumi sebagai rumah bersama merupakan tanggung jawab iman. Dalam semangat HUT ke-70 Paroki, umat diajak melakukan gerakan pelestarian bumi melalui penghijauan. “Kita menghijaukan kembali wilayah Paroki dengan tanaman-tanaman yang menghasilkan demi kehidupan kita bersama,” ujarnya.

Semwntara itu, Ketua Panitia HUT, Leonardus Kore, S.Hut, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum istimewa dalam perayaan 70 tahun Paroki. Penanaman pohon Armon akan dilakukan sepanjang jalan Ayawasi hingga Gua Maria Trenaboh, sementara bibit buah dibagikan kepada umat untuk ditanam di rumah.

Penanaman pohon Armon akan dilakukan sepanjang jalan Ayawasi hingga Gua Maria Trenaboh, sementara bibit buah dibagikan kepada umat untuk ditanam di rumah.

Ia berharap aksi penghijauan ini mampu menjadi langkah antisipatif menghadapi ancaman pemanasan global dan menjaga lingkungan tetap sejuk dan asri.

Di tempat terpisah, Sekda Kabupaten Maybrat, Fery Taa, yang juga merupakan putra daerah dan intelektual dari paroki, menyambut baik gerakan menanam 2.000 pohon ini. Ia mengimbau agar seluruh bibit dirawat dengan baik sehingga kelak menghasilkan buah untuk dinikmati bersama. Pemerintah, tegasnya, akan terus mendukung upaya pelestarian lingkungan yang telah digagas panitia.

Sekda Kabupaten Maybrat, Fery Taa, yang juga merupakan putra daerah dan intelektual dari paroki, menyambut baik gerakan menanam 2.000 pohon ini. Ia mengimbau agar seluruh bibit dirawat dengan baik sehingga kelak menghasilkan buah untuk dinikmati bersama.

Ratusan umat yang hadir dalam kegiatan ini memberikan apresiasi yang sangat luarbiasa kepada panitia. “Kami umat menyambut baik kegiatan ini sebagai awal rangkaian kegiatan 70 tahun paroki kami. Kami berharap agar tanaman yang ditanam, selain menjaga sunber air juga memberi kontribusi buah-buah bagi generasi mendatang,” tegas Sergius Turot.

Kegiatan ditutup dengan penanaman simbolis oleh Bupati Maybrat bersama para undangan. Setelah itu, panitia membagikan bibit tanaman ke seluruh stasi dan lingkungan Paroki Santo Yoseph Ayawasi.

Aksi ini diharapkan menjadi gerakan bersama untuk menjaga bumi, memperkuat ketahanan pangan lokal, serta menyemarakkan HUT ke-70 Paroki dengan semangat ekologis dan persaudaraan.

P. Fransiskus Katino, Pr – Komsos KMS