Renungan Harian, Minggu, 8 Juni 2025
Hari Raya Pentakosta
Injil: Yohanes 15:26-27; 16:12-15
“Roh Kudus: Sang Penghibur dan Penuntun Kebenaran”
Hari ini kita merayakan Pentakosta, hari raya yang sangat penting dalam kehidupan Gereja. Pentakosta adalah hari di mana Roh Kudus dicurahkan ke atas para rasul dan murid-murid Yesus, dan sejak saat itu Gereja yang kita kenal mulai berjalan dalam terang dan kuasa Roh Kudus. Injil hari ini membawa kita pada kata-kata Yesus menjelang penderitaan-Nya, ketika Ia menjanjikan kedatangan “Penghibur” — yaitu Roh Kudus — yang akan menyertai dan menuntun para murid dalam kebenaran.
Marilah sejenak kita merenungkan makna Roh Kudus bagi kehidupan kita. Pertama, Roh Kudus: Saksi tentang Kristus. Yesus berkata, “Apabila Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.” (Yoh 15:26)
Roh Kudus bukan hanya kekuatan atau energi, melainkan pribadi Allah sendiri. Ia adalah saksi tentang Kristus. Dalam hati setiap orang percaya, Roh Kudus mengingatkan kita siapa Yesus: bahwa Dia adalah Tuhan, Penyelamat, dan Sahabat sejati. Tanpa Roh Kudus, iman kita hanya menjadi tradisi luar; tetapi dengan Roh Kudus, iman kita menjadi hidup, mengalir dari dalam hati dan menyentuh sesama.
Hanya dalam kuasa Roh Kudus kita mampu untuk menjadi saksi-saksi Kristus di tengah dunia dewasa ini.
Kedua, Roh Kudus: Penghibur di tengah tantangan. Yesus menyebut Roh Kudus sebagai Parakletos, artinya Penghibur, Penolong, Pembela. Ini penting karena para murid akan menghadapi banyak kesulitan: penganiayaan, penolakan, bahkan kematian. Tapi Roh Kudus hadir untuk menguatkan dan menghibur. Ia bukan hanya membawa ketenangan, tapi juga keberanian — seperti yang terjadi pada para rasul di hari Pentakosta: mereka yang tadinya takut, kini berani bersaksi.
Apakah kita juga membiarkan Roh Kudus bekerja dalam kelemahan kita? Dalam situasi sulit, cobaan hidup, atau bahkan dalam pergumulan iman, Roh Kudus hadir untuk menguatkan dan menuntun kita pada harapan.
Membuka diri pada tuntunan Roh Kudus kita akan semakin menemukan kekuatan.
Ketiga, Roh Kudus: Penuntun ke dalam kebenaran. Yesus berkata, “Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran.” (Yoh 16:13)
Di dunia yang penuh kebingungan, opini yang bercampur dengan kebenaran, dan suara-suara yang saling bertentangan, kita membutuhkan penuntun. Roh Kudus adalah penuntun itu. Ia tidak membawa kebenaran baru, tetapi menuntun kita semakin dalam ke dalam kebenaran Yesus Kristus.
Ia berbicara melalui Kitab Suci, suara hati nurani yang jujur, pengajaran Gereja, dan juga melalui orang-orang yang membawa terang iman dalam hidup kita. Maka, marilah kita belajar mendengarkan suara Roh Kudus — dalam doa, dalam keheningan, dalam Sabda Tuhan. Sehingga kita dituntun kepada terang kebenaran.
Oleh karena kuasa Roh Kudus yang tercurah dalam hidup kita sesungguhnya kita diutus untuk bersaksi. Yesus tidak hanya berkata bahwa Roh Kudus akan bersaksi, tetapi juga, “kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku.” (Yoh 15:27)
Ini adalah panggilan bagi setiap kita. Roh Kudus tidak hanya diberikan untuk kita nikmati secara pribadi, tapi untuk menggerakkan kita keluar — menjadi saksi Kristus di dunia. Dalam keluarga, tempat kerja, komunitas, dunia digital — kita dipanggil menjadi pembawa terang dan kasih Tuhan.
Perayaan Pentakosta sesungguhnya menjadi momen yang hidup dalam Gereja dan diri kita. Roh Kudus telah dicurahkan atas kita — dalam baptisan, dalam penguatan, dalam Ekaristi.
Oleh karena itu, marilah kita membuka hati, menyerahkan diri kepada bimbingan Roh Kudus. Biarlah Ia menjadi Penghibur kita saat lemah, Penuntun kita saat bingung, dan Kuasa yang menggerakkan kita untuk bersaksi tentang Yesus Kristus di dunia ini.
Datanglah, ya Roh Kudus! Penuhi hati umat-Mu. Nyalakan dalam kami api cinta-Mu. Amin.
Tuhan memberkati dan Ave Maria!





