RENUNGAN HARIAN, Kamis, 05 November 2026
Bacaan I: Flp 3:3-8a || Bacaan Injil: Luk 15:1-10
Bertobat dan Kembali kepada Kasih Allah
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali lebih mudah melihat dan menghakimi kesalahan orang lain daripada menyadari kekurangan diri sendiri. Ketika seseorang jatuh dalam kesalahan, kita cepat memberi cap buruk, menjauh, bahkan sulit memberikan kesempatan kedua. Sebaliknya, kita sering lupa bahwa diri kita pun tidak luput dari kesalahan dan membutuhkan pengampunan Allah.
Injil hari ini menghadirkan gambaran Allah yang sungguh berbeda dari sikap manusia. Melalui perumpamaan tentang domba yang hilang dan dirham yang hilang, Yesus menegaskan bahwa Allah tidak pernah menyerah mencari manusia yang tersesat. Ia bukan Allah yang sibuk menghukum, melainkan Bapa yang penuh kasih, yang selalu menghendaki agar setiap orang kembali kepada-Nya. Bahkan, satu orang berdosa yang bertobat mendatangkan sukacita besar di surga (Luk 15:7).
Sementara itu, Santo Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Filipi mengingatkan bahwa segala kebanggaan duniawi tidak sebanding dengan pengenalan akan Kristus. Paulus rela melepaskan segala sesuatu demi memperoleh Kristus. Pesan ini mengajak kita untuk berani meninggalkan kesombongan, egoisme, kebiasaan buruk, dan segala sesuatu yang menjauhkan kita dari Allah.
Dalam konteks hidup sehari-hari, pertobatan tidak cukup hanya dengan mengakui kesalahan atau mengucapkan kata maaf. Pertobatan harus nyata dalam perubahan sikap dan tindakan. Ketika kita terbiasa marah, belajarlah mengendalikan diri. Ketika kita sering menyakiti sesama, belajarlah mengampuni dan menghargai. Ketika kita lebih mementingkan diri sendiri, belajarlah berbagi dan peduli terhadap kebutuhan orang lain.
Jangan pernah merasa bahwa dosa dan kesalahan masa lalu membuat kita tidak layak kembali kepada Allah. Pintu kerahiman-Nya selalu terbuka bagi setiap orang yang datang dengan hati yang tulus. Sebab, Allah tidak hanya menantikan pertobatan kita, tetapi juga bersukacita ketika kita kembali kepada-Nya.
Marilah kita berani memperbarui diri setiap hari. Jangan hanya mencari kesalahan orang lain, tetapi mulailah dengan membenahi hati dan hidup kita sendiri. Sebab, pertobatan sejati dimulai ketika kita mau meninggalkan kehidupan lama dan berjalan kembali dalam kasih Kristus.
Tuhan memberkati. Ave Maria!





