Renungan Harian: Rendah Hati dan Terbuka terhadap Undangan Tuhan

141

RENUNGAN HARIAN Selasa, 03 November 2026

Bacaan I: Flp 2:5-11 || Bacaan Injil: Luk 14:15-24

Rendah Hati dan Terbuka terhadap Undangan Tuhan

Salah satu sikap yang dapat menghambat pertumbuhan iman adalah kesombongan diri. Ketika merasa paling benar, paling mampu, dan tidak membutuhkan orang lain, kita perlahan-lahan menutup diri terhadap kehadiran sesama dan kehendak Allah. Kita mudah menghakimi, merendahkan orang lain, bahkan merasa diri lebih baik daripada mereka.

Dalam kehidupan rohani, kesombongan dapat membuat kita merasa sudah cukup suci dan tidak membutuhkan pertobatan. Kita sibuk menilai kekurangan orang lain, tetapi lupa melihat kelemahan diri sendiri. Akibatnya, hati menjadi tertutup terhadap sapaan dan undangan Tuhan.

Bacaan Injil hari ini mengisahkan perumpamaan tentang perjamuan besar. Ketika tuan rumah mengundang para tamu, mereka justru sibuk dengan urusan dan kepentingan masing-masing sehingga menolak undangan tersebut. Akhirnya, tuan rumah mengundang orang-orang miskin, cacat, buta, dan lumpuh untuk menikmati perjamuan itu. Perumpamaan ini mengingatkan kita bahwa Kerajaan Allah terbuka bagi setiap orang yang bersedia menerima undangan-Nya. Namun, kita perlu memiliki hati yang rendah hati dan terbuka.

Sikap kerendahan hati itu tampak nyata dalam diri Yesus Kristus. Sebagaimana ditegaskan Santo Paulus dalam bacaan pertama, Kristus tidak mempertahankan kesetaraan-Nya dengan Allah, tetapi mengosongkan diri dan mengambil rupa seorang hamba. Ia merendahkan diri dan taat sampai mati di kayu salib. Inilah teladan kerendahan hati dan ketaatan yang harus kita hidupi sebagai pengikut-Nya.

Karena itu, marilah kita tidak membiarkan kesombongan, kesibukan, dan kepentingan pribadi membuat kita kehilangan kesempatan untuk menjawab undangan Tuhan. Belajarlah merendahkan hati, mengakui kelemahan, menghargai sesama, dan selalu membuka diri terhadap rahmat Allah. Sebab, hati yang rendah hati akan lebih mudah mendengarkan suara Tuhan dan mengalami sukacita dalam persekutuan dengan-Nya.

Tuhan memberkati. Ave Maria.