
SORONG, KOMSOSKMS.ORG — Tim Dokumentasi Pra-Indonesian Youth Day (Pra-IYD) melakukan kunjungan dan pemantauan ke kediaman salah satu keluarga penerima peserta (live-in), Kris Tuturop, pada Senin, (19/10/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk meliput dari dekat dinamika serta kebersamaan para Orang Muda Katolik (OMK) yang tengah menyatu dengan kehidupan umat setempat.

Suasana kehangatan dan rasa kekeluargaan tampak menyelimuti kediaman Kris Tuturop saat menyambut kedatangan tim liputan. Tuan rumah mengaku sangat bersyukur dan merasa bangga dapat ambil bagian secara langsung dalam mendukung suksesnya perhelatan akbar kaum muda Katolik tingkat nasional ini.
Dalam kesempatan tersebut, Kris menceritakan berbagai aktivitas positif yang telah dilakukan bersama para peserta selama masa live-in. Sejak pagi hari, beserta tuan rumah bergotong royong membersihkan area sekitar hunian serta sarana publik di lingkungan permukiman mereka.
“Hari ini fokus kegiatan kami adalah kerja bakti membersihkan jalan setapak agar lebih rapi dan nyaman dilalui warga. Selain itu, kami juga membersihkan area pekarangan dan lingkungan di sekitar rumah,” ujar Kris Tuturop saat ditemui di kediamannya.

Menurut Kris, kehadiran para peserta Pra-IYD membawa warna baru dan energi positif di tengah-tengah keluarga serta masyarakat sekitar. Keceriaan dan semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh anak-anak muda tersebut memberikan kesan tersendiri yang sangat berharga dan menyenangkan bagi tuan rumah.
Respon positif juga datang dari umat Paroki Katedral Kristus Raja Sorong, Steven N. Hukom. Ia mengungkapkan rasa kagumnya terhadap keterlibatan aktif OMK yang dinilai sangat dinamis dan mampu membaur dengan cepat bersama warga setempat.
Steven menilai keberadaan kaum muda dari berbagai daerah ini bukan sekadar menghadiri pertemuan keagamaan, melainkan hadir membawa semangat persaudaraan yang nyata melalui berbagai aksi sosial dan interaksi sehari-hari.
“Kegiatan bersama OMK ini sangat menarik karena mereka benar-benar terlibat langsung dalam beragam aktivitas masyarakat. Kehadiran OMK di sini sungguh memberi suntikan semangat baru bagi kami semua,” ungkap Steven N. Hukom.
Sementara itu, ketua panitia Paroki Katedral, Pra-IYD, Apriano Naharawarin , menjelaskan bahwa proses penerimaan para peserta di tengah masyarakat berjalan dengan sangat luar biasa. Dukungan penuh dari umat dan warga sekitar menjadi kunci utama hangatnya penyambutan para delegasi OMK.
Ia menambahkan, ada keterlibatan aktif keluarga-keluarga penerima merupakan bukti nyata solidaritas dan sukacita yang melingkupi seluruh rangkaian acara Pra-IYD. “Diharapkan kehangatan persaudaraan ini terus terjalin erat hingga seluruh agenda perhelatan usai,” ucap Naharawarin.*




