MALANU, KOMSOS KMS – Semangat iman, persaudaraan, dan kepedulian terhadap lingkungan mewarnai hari kedua kegiatan Pra-Indonesia Youth Day (Pra-IYD) 2026 di Paroki Santo Arnoldus Janssen Malanu, Minggu, (18/10/2026). Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian adalah aksi cinta lingkungan melalui kerja bakti dan penanaman bibit pohon di lingkungan Stasi Santo Yosep Freinademetz.

Aksi ekologis ini dipimpin langsung oleh Pastor Paroki Santo Arnoldus Janssen Malanu, Pater Kristianus Bidi, SVD, serta melibatkan Dewan Paroki dan Orang Muda Katolik (OMK) Santa Agatha. Ketua OMK Sta. Agatha, Woren Kristovel Naraha, bersama anggota OMK turut berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan tersebut sebagai wujud nyata kepedulian kaum muda Katolik terhadap kelestarian lingkungan.
“Orang Muda, harus mencintai bumi dengan aksi nyata menanam, dengan merawat bumi, kita merawat kehidupan,” kata Pater Kris.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Pra-IYD 2026 menuju Indonesian Youth Day (IYD) 2027, yang mengusung tema “Orang Muda Katolik Tangguh Meraj ut Damai”, dengan inspirasi Kitab Suci, “Kuatkanl ah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia” (Yohanes 16:33).

Tema tersebut mengajak Orang Muda Katolik (OMK) untuk bertumbuh menjadi pribadi yang tangguh dalam iman, berani menghadapi tantangan zaman, serta mampu menghadirkan
perdamaian di tengah kehidupan bermasyarakat.
Menguatkan Iman dan Mempererat Persaudaraan
Rangkaian kegiatan hari kedua diawali pada pukul 08.00 WIT dengan Perayaan Ekaristi atau misa pagi bersama umat di paroki utama maupun stasi, sesuai dengan lokasi live-in masing-masing peserta. Setelah mengikuti perayaan Ekaristi, para peserta kembali ke rumah-rumah warga tempat mereka menginap untuk menikmati santap siang dan beristirahat sejenak.
Memasuki pukul 13.00 WIT, para peserta berkumpul bersama OMK Paroki Santo Arnoldus Janssen Malanu di Stasi Santo Yosep Freinademetz. Pertemuan tersebut diisi dengan sesi berbagi pengalaman iman (sharing), yang menjadi kesempatan bagi para peserta untuk saling mengenal, berbagi cerita, serta mempererat persaudaraan sebagai sesama Orang Muda Katolik.
Suasana kebersamaan semakin terasa melalui kebersamaan sederhana yang disiapkan oleh panitia lokal, yakni es kelapa muda dan cincau untuk dinikmati bersama.
Aksi Nyata Merawat Bumi sebagai Rumah Bersama
Setelah sesi berbagi pengalaman iman, kegiatan dilanjutkan dengan kerja bakti membersihkan lingkungan stasi dan penanaman bibit pohon. Para peserta Pra-IYD dari TPW Maybrat bersama OMK Yohanes Pembaptis dan OMK Sta. Agatha terlibat dalam aksi tersebut.
Kehadiran Pastor Paroki, Dewan Paroki, dan para pendamping dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan tanggung jawab bersama seluruh umat, termasuk generasi muda.
OMK Santa Agatha yang dipimpin langsung oleh Ketua OMK, Woren, tampak kompak bergabung bersama para peserta. Semangat gotong royong yang ditunjukkan dalam kegiatan ini tidak hanya memperkuat kerja sama antarkaum muda, tetapi juga menjadi bentuk keterlibatan nyata Gereja dalam menjaga kelestarian alam.
“Melalui penanaman bibit pohon, para peserta diajak untuk memahami bahwa iman tidak hanya diungkapkan melalui doa dan perayaan liturgi, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan konkret yang membawa manfaat bagi sesama dan lingkungan hidup,” kata Woren.
Aksi ini sekaligus menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran bahwa bumi merupakan rumah bersama yang harus dirawat dan dijaga demi keberlangsungan hidup generasi mendatang.
Menutup Hari dengan Doa Bersama Warga
Setelah seluruh agenda di Stasi St. Yosep Freinademetz selesai, para peserta kembali ke lokasi live-in masing-masing pada pukul 17.00 WIT.
Rangkaian kegiatan hari kedua kemudian ditutup dengan Ibadah Rosario bersama warga di lingkungan tempat para peserta menjalani live-in, yang dimulai pada pukul 18.00 WIT. Kebersamaan dalam doa ini menjadi peneguhan rohani sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan antara peserta Pra-IYD dan masyarakat setempat.
Melalui pengalaman live-in, para peserta tidak hanya mengikuti kegiatan bersama, tetapi juga belajar membangun relasi, menghargai kehidupan masyarakat, dan mengalami semangat persaudaraan dalam keseharian.
OMK Tangguh, Berakar dalam Kristus, dan Membawa Damai
Rangkaian Pra-IYD 2026 di Paroki Santo Arnoldus Janssen Malanu diharapkan mampu memperteguh iman kaum muda sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial dan ekologis. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi OMK untuk mengembangkan semangat pelayanan, mempererat persaudaraan, serta mengambil bagian aktif dalam kehidupan Gereja dan masyarakat.
Secara khusus, Orang Muda Katolik Keuskupan Manokwari Sorong (KMS) diajak untuk menyambut perjalanan menuju IYD 2027 dengan iman yang teguh dan keterlibatan nyata dalam berbagai kegiatan positif.
Semangat Pra-IYD hendaknya tidak berhenti pada rangkaian acara, tetapi terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui tindakan sederhana yang membawa perubahan, termasuk merawat lingkungan, membangun persaudaraan, dan menjadi pembawa damai di tengah masyarakat.
Sebagaimana ditegaskan dalam inspirasi tema IYD 2027, “Kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia” (Yohanes 16:33) , Orang Muda Katolik dipanggil untuk menjadi pribadi yang tangguh, berakar dalam Kristus, dan berani menghadirkan damai bagi dunia. (Rena- Malanu)





