PERINGATI 100 TAHUN HARI MISI SEDUNIA, UMAT DIAJAK BERSATU DALAM MISI KRISTUS

15

SORONG, KOMSOSKMS.ORG — Perayaan Misa Kudus Minggu Misi dalam rangka memperingati 100 tahun Hari Misi Sedunia berlangsung di Paroki Santo Yohanes Pembaptis Klasaman, Kota Sorong, Minggu, (18/10/2026). Perayaan ini mengusung tema “Satu dalam Kristus, Bersatu dalam Misi” dan menjadi momentum untuk meneguhkan semangat misioner seluruh umat beriman.

Perayaan Misa Kudus Minggu Misi dalam rangka memperingati 100 tahun Hari Misi Sedunia berlangsung di Paroki Santo Yohanes Pembaptis Klasaman, Kota Sorong, Minggu, (18/10/2026)

Perayaan Misa Kudus diawali dengan kata pengantar oleh petugas, kemudian dilanjutkan dengan perarakan imam dan para petugas liturgi yang diiringi lagu pembuka serta tarian anak-anak Sekami.

Misa dipimpin langsung oleh Pastor Krispianus Panda Lewa, SVD dan dihadiri oleh para peserta Pra-IYD 2026 yang sedang berkumpul di Kota Sorong, anak-anak Sekami, remaja se-TPW Kota Sorong, serta umat Paroki Santo Yohanes Pembaptis Klasaman. Suasana perayaan berlangsung khidmat dan penuh semangat misioner.

Usai perayaan Ekaristi, Pater Krispianus Panda Lewa, SVD sekaligus sebagai Ketua KMKI, menjelaskan bahwa tema Hari Misi Sedunia ke-100 menegaskan pentingnya persatuan seluruh umat dalam mewartakan Kristus kepada dunia.

“Misi pewartaan Injil bukan hanya menjadi tanggung jawab para imam, biarawan, biarawati, atau kelompok tertentu, melainkan panggilan seluruh umat beriman. Gereja tanpa misioner tidak dapat mewartakan Kristus kepada dunia. Kita semua adalah satu kesatuan dalam bermisi bersama-sama memberitakan Warta Kristus,” ungkapnya.

Perayaan Minggu Misi di TPW Sorong berlangsung meriah

Ia menegaskan bahwa setiap umat dipanggil untuk menjadi saksi Kristus melalui kehidupan sehari-hari. Persatuan dalam Kristus menjadi dasar bagi umat untuk bersama-sama menjalankan tugas perutusan Gereja di tengah masyarakat.

Namun, dalam menjalankan misi tersebut, terdapat tantangan yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah sikap individualisme yang semakin kuat dalam kehidupan umat.

“Sikap individualisme dalam kehidupan umat saat ini sangatlah besar. Banyak orang hidup hanya memikirkan diri sendiri. Hal inilah yang membuat misi memberitakan Warta Kristus menjadi cukup sulit dilaksanakan di tengah-tengah dunia ini,” jelasnya.

Menurut Pater Krispin, sikap yang terlalu berpusat pada kepentingan diri sendiri dapat melemahkan ikatan persaudaraan dan menghambat semangat kebersamaan dalam mewartakan iman. Karena itu, umat diharapkan mampu membangun kepedulian, mempererat persaudaraan, dan terlibat aktif dalam kehidupan menggereja.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan harapan khusus kepada para orang tua agar semakin mendorong keterlibatan anak-anak dalam pelayanan Gereja. Keterlibatan itu dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menjadi lektor atau pemazmur dalam perayaan liturgi.

“Saya berharap para orang tua dapat membimbing dan memberikan kesempatan kepada anak-anak mereka untuk terlibat dalam pelayanan di Gereja—dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menjadi lektor atau pemazmur,” tutur Ketua KMKI Pater Krispin Panda Lewa, SVD.

Ia mengingatkan bahwa keluarga memiliki peran penting sebagai tempat pertama bagi anak-anak untuk mengenal dan mengembangkan iman. Melalui pendampingan orang tua serta kesempatan untuk terlibat dalam pelayanan, semangat misioner diharapkan dapat tumbuh sejak dini dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Perayaan Hari Misi Sedunia ke-100 ini menjadi pengingat bahwa tugas perutusan Gereja merupakan tanggung jawab bersama. Melalui tema “Satu dalam Kristus, Bersatu dalam Misi”, umat diajak untuk memperkuat persatuan, melawan sikap individualisme, serta mengambil bagian dalam mewartakan kasih dan Warta Kristus kepada sesama, dimulai dari keluarga dan lingkungan terdekat.*