Pra-IYD 2026: Suara Orang Muda Papua Dalam Hangatnya Ruang Podcast

37
Sesi podcast yang hangat namun sarat makna, Orang Muda Katolik (OMK), Pra IYD 2026 (17/10/2026)

SORONG, KOMSOSKMS.ORG — Suara tawa, kenangan, dan pendar semangat membakar ruang siaran dalam helatan Pra-Indonesian Youth Day (IYD), (Sabtu, 17/10/2026). Melalui sebuah sesi POV (Poin of View) OMK yang hangat namun sarat makna, Orang Muda Katolik (OMK) membuktikan bahwa suara dan aksi nyata mereka adalah denyut nadi Gereja, khususnya orang muda.

Sesi podcast yang hangat namun sarat makna, Orang Muda Katolik (OMK), Pra IYD 2026 (17/10/2026)

Dipandu oleh Chian Hu Rumngewur yang memantik diskusi dengan pemikiran-pemikiran segar dan lugas, suasana podcast selama 30 menit tersebut terasa begitu hidup. Dua figur muda Papua dari Manokwari, Aris Ohoiwirin dan dari Bintuni, Valdo hadir membagikan rekam jejak perjuangan, dinamika, hingga panggilan hati mereka sebagai OMK.

Aris Ohoiwirin: Berjalan Bersama, Tumbuh dalam Terlibat

Bagi Aris Ohoiwirin, menjadi bagian dari OMK Manokwari bukan sekadar menghadiri pertemuan mingguan, melainkan tentang “merasa memiliki”. Rasa memiliki itulah yang menumbuhkan rasa cinta dan dorongan untuk terus melangkah bersama dalam suka maupun duka.

“OMK itu harus semangat, unggul, dan mau terlibat. Kita berjalan bersama karena kita merasa memiliki rumah yang sama,” ungkap Aris penuh keyakinan.

Dua figur muda Papua dari Manokwari, Aris Ohoiwirin dan dari Bintuni, Valdo hadir membagikan rekam jejak perjuangan, dinamika, hingga panggilan hati mereka sebagai OMK.

Kehadiran yang konsisten membuat persaudaraan antar-OMK di Manokwari bertumbuh erat hingga saling mengenal satu sama lain. Lebih dari sekadar perkumpulan, OMK di Manokwari kini berkembang pesat dan semakin maju.

Namun, Aris juga memberikan catatan reflektif yang penting: keterlibatan orang muda harus dibarengi dengan perencanaan kerja yang terstruktur agar setiap dinamika dan kegiatan dapat terus dipertanggungjawabkan serta berkelanjutan.

Semangat OMK Manokwari pun tak berhenti di dalam dinding gereja. Mereka terjun ke tengah masyarakat melalui aksi-aksi sosial, membantu sesama yang membutuhkan, merawat kaum kecil, serta menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan hidup.

Valdo: Melayani dengan Hati, Merawat Adat dan Alam

Senada dengan Aris, Valdo dari Bintuni membagikan kisah yang tak kalah menggetarkan. Mengawali langkah di Pra-IYD 2026, ia mengaku sempat berpikir acara ini akan berjalan biasa dan seadanya.

Namun, pandangan itu runtuh ketika ia melihat bagaimana setiap karya dikerjakan dengan kesungguhan hati.

“Tuhan selalu punya cara memakai kita, orang-orang muda. Apapun yang kita buat, buatlah dengan hati,” tutur Valdo.

Kiprah OMK di Bintuni mendapat angin segar berkat dukungan penuh dari Pastor Paroki setempat yang rutin memfasilitasi berbagai pelatihan demi kemajuan kaum muda.

Dukungan ini memicu perkembangan pesat Komunikasi Sosial (Komsos) paroki serta keterlibatan aktif OMK dalam isu-isu krusial.

Selama setengah jam, perbincangan tiga anak muda ini mengalir tidak hanya sebagai pertukaran cerita, melainkan sebagai peneguhan iman dan panggilannya di tengah zaman.

Pada Hari Masyarakat Adat, misalnya, OMK Bintuni hadir tak hanya sebagai partisipan, tetapi juga penggerak, membuka ruang diskusi, menggelar aksi reboisasi penanaman pohon sebagai rutinitas pelestarian alam, hingga menyapa masyarakat terpinggirkan melalui pelayanan kasih di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Pesan dari Ruang Podcast: Menyala untuk Sesama

Selama setengah jam, perbincangan tiga anak muda ini mengalir tidak hanya sebagai pertukaran cerita, melainkan sebagai peneguhan iman dan panggilannya di tengah zaman.

Perjumpaan dengan umat dan sesama orang muda di Pra-IYD 2026 menjadi bukti nyata bahwa OMK di Tanah Papua siap menjadi garam dan terang.*