FAKFAK, KOMSOSKMS.ORG — Perayaan iman penuh sukacita menyelimuti ratusan umat yang memadati Gereja Paroki Santo Yoseph Fakfak pada Minggu (4/10/2026). Bangunan megah berkapasitas dua ribu umat dengan ciri khas menara kembar menjulang indah itu menjadi saksi berlangsungnya Perayaan Ekaristi yang dipimpin langsung oleh Uskup Manokwari-Sorong, Mgr. Hilarion Datus Lega.

Di hadapan ratusan umat yang hadir dengan penuh khusyuk, Mgr. Hilarion Datus Lega menyampaikan khotbah yang mendalam dan menggugah kesadaran. Beliau menyoroti keprihatinan atas situasi terkini yang kian mengkhawatirkan, di mana kemarau berkepanjangan dan kebakaran hutan tengah melanda berbagai wilayah.
Uskup Datus menegaskan bahwa ancaman kekeringan serta kerusakan alam bukan semata-mata fenomena alam biasa, melainkan dampak nyata dari kelalaian manusia dalam merawat “ibu bumi”.
“Lingkungan hidup yang seharusnya dijaga justru kerap terabaikan akibat kurangnya rasa tanggung jawab bersama,” tuturnya dalam misa suci.
Momentum Misa Kudus ini terasa semakin bermakna karena bertepatan dengan peringatan pesta Santo Fransiskus dari Asisi, pelindung lingkungan hidup. Merujuk pada kesaksian iman sang kudus, Uskup mengajak seluruh jemaat untuk senantiasa membawa damai dan sukacita Injil di mana pun mereka berada.

Menurut Mgr. Hilarion Datus Lega, kedamaian sejati tidak boleh berhenti sebatas perasaan di dalam hati semata. Kedamaian tersebut harus diwujudkan secara nyata melalui tindakan konkret dalam menjaga, merawat, dan memelihara bumi sebagai rumah bersama seluruh ciptaan.
”Kelalaian kita hari ini adalah bencana bagi masa depan,” pesan Uskup dalam khotbahnya.
Beliau menyoroti bagaimana hutan yang hangus terbakar dan krisis air akibat kemarau panjang menjadi cermin nyata atas pudarnya rasa kepedulian manusia terhadap lingkungan sekitar.

Untuk memetik hikmah perubahan, ia mengutip pesan penuh makna dari Santa Teresa dari Kalkuta. Beliau mengingatkan umat agar tidak hanya mengejar kesuksesan lahiriah, melainkan belajar untuk setia dalam setiap langkah kehidupan.
“Kesetiaan dalam hal-hal kecil—seperti menjaga kebersihan lingkungan dan tidak merusak alam—akan memberikan dampak yang jauh lebih besar bagi kelangsungan hidup generasi mendatang. Langkah-langkah kecil yang konsisten merupakan wujud kepedulian yang sangat berarti,” kata Mgr. Datus.
Melalui teladan hidup para kudus seperti Santo Fransiskus Asisi dan Bunda Teresa, seluruh umat diimbau untuk menjadikan pola hidup mereka sebagai contoh yang menginspirasi banyak orang. Nilai-nilai kebaikan dan kepedulian harus ditularkan demi kemaslahatan bersama.
Perayaan misa di salah satu gereja terbesar di wilayah Keuskupan Manokwari-Sorong ini pun ditutup dengan ajakan reflektif bagi seluruh masyarakat. Peristiwa ini menjadi panggilan dan seruan nyaring bagi semua pihak untuk membangun kembali kesadaran ekologis dan memelihara keharmonisan antara manusia, pencipta, dan alam semesta.*





