
MANOKWARI, KOMSOSKMS.ORG – Suasana penuh sukacita dan kekhusyukan mewarnai perarakan Salib Indonesian Youth Day (IYD) dari Stasi St. Mikhael Arfai Pra Paroki Salvator Maripi menuju Stasi Santa Bunda Maria Sowi, Paroki Imanuel Sanggeng, Manokwari. Ratusan umat, terutama Orang Muda Katolik (OMK), mengikuti prosesi ini dengan penuh semangat sebagai ungkapan iman sekaligus simbol persatuan dalam menyambut Indonesian Youth Day (IYD).

Sebelum perarakan dimulai, OMK bersama umat Stasi Santa Bunda Maria Sowi berkumpul di Lapangan Voli Sowi IV, di samping Puskesmas Sowi, yang berjarak sekitar 500 meter dari Gereja Stasi Santa Bunda Maria Sowi. Prosesi diawali dengan doa perutusan sebelum Salib IYD diarak menuju gereja.
Sebelumnya, Salib IYD diarak oleh OMK Arfai bersama umat Stasi Santo Mikhael Arfai, Pra Paroki Salvator Maripi, menuju Stasi Santa Bunda Maria Sowi. Kedatangannya disambut secara adat dan liturgis oleh umat setempat, termasuk prosesi pengalungan Salib IYD oleh Benediktus Fatie sebagai wakil umat Stasi Santa Bunda Maria Sowi.

Dalam doa perutusan, Pastor Pra Paroki Salvator Maripi, RD. Esebidius Kambia, mengajak kaum muda Katolik untuk berani memikul salib serta meneladani iman dan keberanian Nabi Yeremia serta Yohanes Pembaptis dalam menjalankan karya pelayanan.
“Orang Muda Katolik adalah generasi penerus Gereja yang harus berani memberikan kesaksian iman dan memikul salib bersama Tuhan. OMK harus memahami makna Salib IYD serta meneladani Yohanes Pembaptis dan Yeremia yang memberikan teladan dalam kehidupan rohani dan pelayanan,” tegas Pastor Esebidius.

Ia juga menjelaskan bahwa kirab Salib IYD merupakan tradisi yang melambangkan perjalanan Salib Suci dari satu paroki ke paroki lainnya sebagai tanda persaudaraan dan semangat iman kaum muda di Keuskupan Manokwari-Sorong.
Perarakan semakin semarak dengan iringan tarian adat Suku Maybrat. Barisan dipimpin oleh Ketua dan Wakil Ketua OMK Stasi Santa Bunda Maria Sowi sebagai pembawa Salib IYD, diikuti rombongan penari adat, Pastor Paroki Imanuel Sanggeng RP. Philipus Sedik, OSA, Pastor Pra Paroki Salvator Maripi RD. Esebidius Kambia, para putra-putri altar, serta seluruh umat dari Stasi Santa Bunda Maria Sowi dan Stasi Santo Mikhael Arfai.

Ketua OMK Stasi Santa Bunda Maria Sowi, Grace Kangguweng, mengatakan bahwa kehadiran Salib IYD akan diisi dengan berbagai kegiatan pembinaan iman dan penguatan persaudaraan.
“Kami akan mengadakan Gawang Mini Toleransi yang melibatkan pemuda GKI Paulus, pemuda masjid, dan OMK Paroki Imanuel sebagai bentuk persaudaraan lintas iman. Selain itu, kami juga akan mengadakan kegiatan OMK Belajar bersama para orang tua dan tokoh-tokoh Gereja mengenai karya pelayanan,” ujarnya.

Ia berharap momentum Salib IYD semakin mempererat persaudaraan, kebersamaan, dan semangat toleransi di kalangan kaum muda.
Setibanya di Stasi Sowi, perayaan dilanjutkan denban Ekaristi, yang dipimpin oleh Pastor Paroki Imanuel Sanggeng, RP. Philipus Sedik, OSA. Ia mengajak kaum muda untuk menghayati makna salib sebagai jalan mengikuti Kristus dengan penuh kesungguhan.
“Saya berharap OMK semakin berani dan tangguh dalam mengimani Yesus Kristus, bukan sekadar secara lahiriah, tetapi sungguh-sungguh mempersiapkan diri menjadi penerus karya pelayanan Gereja,” ungkapnya.

Menurutnya, rangkaian perarakan Salib IYD menjadi bagian dari persiapan rohani menuju Indonesian Youth Day yang akan datang sekaligus menunjukkan kesiapan OMK Keuskupan Manokwari-Sorong menyambut kaum muda Katolik dari seluruh Indonesia.
Salib IYD akan berada di Stasi Santa Bunda Maria Sowi selama kurang lebih dua pekan, yakni pada 1–14 Agustus 2026. Selanjutnya, pada 15 Agustus 2026, Salib IYD akan diarak menuju Paroki Imanuel Sanggeng sebagai bagian dari estafet perjalanan iman kaum muda di Keuskupan Manokwari-Sorong.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan ramah tamah yang semakin mempererat persaudaraan antara umat, OMK, dan para pastor. Perarakan Salib IYD menjadi lebih dari sekadar perpindahan simbol, tetapi juga momentum membangun persatuan, memperkuat semangat pelayanan, serta menumbuhkan harapan akan Gereja yang semakin hidup melalui keterlibatan Orang Muda Katolik.
Kontributor: Komsos Stasi Santa Bunda Maria Sowi




