Renungan Harian, Jumat, 31 Juli 2026
Peringatan Wajib Santo Ignasius dari Loyola, Imam
Bacaan I: Yeremia 26:1-9
Bacaan Injil: Matius 13:54-58
Tetap Setia Meski Ditolak
Penolakan adalah pengalaman yang menyakitkan. Namun, tidak semua penolakan berarti kita salah atau tidak berharga. Menolak kejahatan adalah tindakan yang benar, tetapi menolak kebenaran, kasih, dan keselamatan karena kesombongan hati merupakan sebuah kerugian besar.
Dalam bacaan pertama, Nabi Yeremia menerima penolakan bahkan ancaman pembunuhan karena dengan setia menyampaikan sabda Allah. Ia tidak mengubah pesan yang dipercayakan Tuhan kepadanya, sekalipun harus menghadapi kemarahan banyak orang. Kesetiaannya menjadi bukti bahwa seorang utusan Allah dipanggil untuk lebih taat kepada Tuhan daripada mencari penerimaan manusia.
Hal yang sama dialami Yesus dalam Injil hari ini. Orang-orang Nazaret mengagumi hikmat dan mukjizat-Nya, tetapi mereka gagal menerima-Nya karena terjebak pada cara pandang yang sempit. Mereka hanya melihat asal-usul keluarga-Nya yang sederhana. “Bukankah Ia ini anak tukang kayu?” (Mat. 13:55). Kesombongan, iri hati, dan prasangka menutup hati mereka terhadap karya Allah. Akibatnya, mereka kehilangan kesempatan mengalami berkat, sebab “karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mukjizat diadakan-Nya di situ.”
Hari ini Gereja juga memperingati Santo Ignasius dari Loyola. Setelah mengalami pertobatan, ia tidak takut meninggalkan kemuliaan dunia demi mengikuti Kristus. Dalam pelayanannya, ia pun menghadapi banyak tantangan, penolakan, dan kecurigaan. Namun dengan kerendahan hati, kebijaksanaan, dan semangat Ad Maiorem Dei Gloriam—”Demi semakin besarnya kemuliaan Allah”—ia tetap setia menjalankan panggilannya. Baginya, yang terpenting bukanlah dipuji manusia, melainkan melakukan kehendak Allah.
Renungan hari ini mengajak kita untuk tidak mudah kecewa ketika mengalami penolakan karena berbuat baik atau mempertahankan kebenaran. Jangan biarkan penilaian manusia menentukan harga diri kita. Nilai hidup kita terletak pada kasih Allah yang tidak pernah menolak anak-anak-Nya. Sebaliknya, marilah kita juga membuka hati untuk menerima karya Tuhan, yang sering hadir melalui orang-orang sederhana di sekitar kita.
Semoga kita memiliki hati yang rendah, penuh iman, dan terbuka terhadap karya Allah. Dengan tetap dekat kepada Kristus, kita akan tetap menjadi berkat bagi banyak orang, sekalipun harus menghadapi penolakan.
Tuhan memberkati. Ave Maria.





