Renungan Harian: Dibentuk oleh Sang Tukang Periuk

1

Renungan Harian – 30 Juli 2026
Bacaan I: Yeremia 18:1-6
Injil: Matius 13:47-53

Dibentuk oleh Sang Tukang Periuk
Setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan, jatuh dalam dosa, atau merasa hidupnya hancur. Ada kalanya kita berpikir bahwa kesalahan masa lalu telah menghancurkan masa depan. Namun, Sabda Tuhan hari ini menghadirkan harapan yang begitu indah: Allah tidak pernah berhenti membentuk hidup kita.

Dalam bacaan pertama, Nabi Yeremia diajak Allah mengunjungi rumah seorang tukang periuk. Ia melihat tanah liat yang sedang dibentuk. Ketika bejana itu rusak di tangan sang tukang, tanah liat itu tidak dibuang. Sang tukang membentuknya kembali menjadi bejana yang baru dan lebih baik. Melalui peristiwa sederhana itu, Allah menyatakan kasih-Nya: “Seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel” (Yer. 18:6).

Kita adalah tanah liat itu. Kadang kita taat, tetapi sering pula jatuh dalam dosa, kecewa, atau menjauh dari Tuhan. Syukurlah, Allah tidak mudah menyerah terhadap kita. Selama kita mau datang kepada-Nya, membuka hati, dan bertobat, Ia akan terus membentuk, memperbaiki, dan memperbarui hidup kita. Tidak ada hidup yang terlalu rusak bagi Tuhan.

Namun, Injil hari ini juga mengingatkan bahwa kesempatan untuk dibentuk tidak berlangsung selamanya. Dalam perumpamaan tentang pukat, ikan yang baik dikumpulkan, sedangkan yang tidak baik dibuang. Demikian pula pada akhir zaman, akan ada pemisahan antara orang benar dan orang jahat. Keselamatan bukan hanya soal mengaku percaya kepada Tuhan, tetapi juga tentang kesediaan membiarkan hidup kita dibentuk sesuai kehendak-Nya.

Maka, marilah kita tidak mengeraskan hati. Setiap hari adalah kesempatan baru untuk bertobat, memperbaiki diri, dan semakin menyerupai Kristus. Biarlah Tuhan terus berkarya dalam hidup kita, sehingga kita menjadi “bejana” yang layak dipakai untuk menghadirkan kasih dan kebaikan-Nya di tengah keluarga, Gereja, dan masyarakat.

Tuhan memberkati kita semua. Ave Maria.