
AYAWASI, KOMSOSKMS.ORG – Badan Pengurus Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Paroki Santo Yoseph Ayawasi periode 2026–2029 resmi dilantik dan dikukuhkan oleh Ketua Presidium WKRI Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Keuskupan Manokwari-Sorong, Mien J. Tutuarima, Sabtu (13/6/2026).

Prosesi pelantikan dan pengukuhan berlangsung khidmat di Gereja Katolik Santo Yoseph Ayawasi dan diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin Pastor Paroki Santo Yoseph Ayawasi, Pastor Felix Janggur, OSA, didampingi Diakon Simon Welerubun.
Setelah pembacaan Surat Keputusan Nomor: SKEP/01/DPD-KMS/VI/2026, Ketua Presidium WKRI DPD Keuskupan Manokwari-Sorong melantik dan mengukuhkan para pengurus. Selanjutnya, seluruh pengurus menerima pemberkatan dari Pastor Felix Janggur, OSA, melalui penumpangan tangan.
Pelantikan ini menjadi tonggak sejarah bagi umat Katolik di Ayawasi karena merupakan pembentukan pertama WKRI DPC Paroki Santo Yoseph Ayawasi. Kehadiran organisasi perempuan Katolik tersebut diharapkan semakin memperkuat peran perempuan dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat.
Susunan Pengurus

Berdasarkan Surat Keputusan Nomor: SKEP/01/DPD-KMS/VI/2026, susunan pengurus WKRI DPC Paroki Santo Yoseph Ayawasi periode 2026–2029 terdiri atas:
Ketua: Magdalena Tenau
Wakil Ketua: Beatrix Florida Tawer
Sekretaris I: Florensia Lenny Air
Sekretaris II: Anna M. Lamapaha
Bendahara I: Vikaria E. Turot
Bendahara II: Yosepha Korain
Kepengurusan juga dilengkapi dengan bidang organisasi, pendidikan, kesejahteraan, hubungan masyarakat (humas), dan usaha.
Dipanggil untuk Berkarya
Dalam sambutannya, Ketua Presidium WKRI DPD Keuskupan Manokwari-Sorong, Mien J. Tutuarima, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan umat yang telah mendukung terbentuknya WKRI di Paroki Santo Yoseph Ayawasi.
“Kami sangat menghargai segala usaha dan pengorbanan para ibu hingga hari ini dapat menghadirkan kami di Gereja Santo Yoseph Ayawasi untuk bersama-sama menyaksikan pelantikan yang sah bagi Gereja dan masyarakat. Setelah dilantik, silakan beraktivitas dan berkarya untuk kebutuhan Gereja maupun masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya kerja sama di antara seluruh pengurus serta perlunya membangun komunikasi yang baik dengan Dewan Pastoral Paroki dan pengurus WKRI di berbagai tingkatan.
“Ada perbedaan pendapat itu baik. Kita tetap satu dalam perbedaan dan berjalan menuju tujuan yang sama. Kita adalah perempuan-perempuan Katolik yang dipanggil untuk berkarya, baik di dalam maupun di luar paroki,” katanya.

Mien juga mengingatkan pentingnya pelaporan perkembangan organisasi kepada DPD dan koordinasi yang intens dengan Pastor Paroki sebagai penasihat rohani organisasi.
“Dalam kurun waktu tiga bulan, kami berharap sudah ada laporan perkembangan cabang. Jangan segan-segan berkoordinasi dengan Pastor Penasihat Rohani karena perannya tidak bisa dipisahkan dari perjalanan organisasi ini,” pesannya.
Pelayanan Sebagai Amanah
Ketua WKRI DPC Paroki Santo Yoseph Ayawasi yang baru dilantik, Magdalena Tenau, menyampaikan rasa syukur atas terbentuknya organisasi perempuan Katolik tersebut.
Menurutnya, pelantikan bukan sekadar seremonial ataupun pergantian kepengurusan, melainkan sebuah panggilan untuk melayani.
“Jabatan yang dipercayakan kepada kita bukanlah kehormatan untuk dibanggakan, melainkan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan ketulusan, kerendahan hati, dan semangat pengabdian,” katanya.

Ia mengajak seluruh pengurus untuk bekerja bersama demi melayani umat dan masyarakat di wilayah Paroki Santo Yoseph Ayawasi.
“Mari kita bergandengan tangan melayani umat dan seluruh masyarakat, khususnya di wilayah Paroki Santo Yoseph Ayawasi yang kita cintai bersama,” ajaknya.
Magdalena menambahkan bahwa WKRI memiliki peran strategis dalam membangun kehidupan beriman, memperkuat keluarga, memberdayakan perempuan, serta menghadirkan kepedulian sosial bagi sesama.
Organisasi Iman dan Pelayanan
Sementara itu, Pastor Paroki Santo Yoseph Ayawasi, Pastor Felix Janggur, OSA, mengingatkan para pengurus yang baru dilantik agar memandang WKRI bukan sekadar organisasi sosial, melainkan juga organisasi iman.
“Kita dipanggil menjadi garam dan ragi yang menghadirkan kesaksian kasih Tuhan, memberi harapan dan kekuatan bagi mereka yang lemah, tak berdaya, dan putus asa,” tuturnya.
Pastor Felix mengakui bahwa para pengurus masih berada pada tahap awal perjalanan organisasi. Namun, hal tersebut tidak menjadi penghalang untuk terus melayani dengan penuh kepercayaan kepada Tuhan.
“Kita memang masih pemula dan belum sempurna, tetapi kita berjalan apa adanya. Ibu-ibu yang dilantik hari ini dipanggil untuk menyerahkan diri secara total kepada Allah dalam tugas pelayanan ini. Tuhan sendiri yang akan memberikan kekuatan dan memampukan dalam setiap tugas perutusan,” katanya.
Menutup sambutannya, Pastor Felix menyampaikan terima kasih kepada Ketua Presidium dan jajaran DPD WKRI Keuskupan Manokwari-Sorong yang telah hadir secara langsung untuk melantik pengurus cabang pertama di Ayawasi.
“Ini bukan kebetulan, melainkan bagian dari rencana Tuhan sehingga hari ini kita dapat bertemu, berbagi kegembiraan dan harapan. Semoga Tuhan memberkati para pengurus yang baru dilantik dan juga Dewan Presidium dalam perjalanan kembali,” ujarnya.
Dengan pelantikan tersebut, WKRI DPC Paroki Santo Yoseph Ayawasi diharapkan mampu menjadi wadah pemberdayaan perempuan Katolik yang aktif, solid, dan berkomitmen dalam pelayanan Gereja maupun kehidupan sosial kemasyarakatan.
Kontributor: Charles Fatie – Komsos Paroki St. Yoseph




