Paroki St. Yoseph Ayawasi Gelar KPP, Diikuti 34 Pasangan

54
P. Frans Katino, Pr memberikan materi Kursus Persiapan Perkawinan gelombang pertama di Stasi Santo Paulus Kumurkek

AYAWASI, KOMSOSKMS.ORG – Paroki Santo Yoseph Ayawasi menggelar Kursus Persiapan Perkawinan (KPP) bagi 34 pasangan calon suami-istri sepanjang Mei 2026. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua gelombang di dua stasi berbeda sebagai bagian dari pelayanan pastoral keluarga Gereja Katolik.

P. Frans Katino, Pr memberikan materi Kursus Persiapan Perkawinan gelombang pertama di Stasi Santo Paulus Kumurkek (1/5)

Gelombang pertama berlangsung di Stasi Santo Paulus Kumurkek pada 1–4 Mei 2026. Selama empat hari, kegiatan dilaksanakan dari pagi hingga sore hari dan diikuti oleh 16 pasang. Sementara gelombang kedua dilaksanakan di Stasi Santo Agustinus Mosun pada 8–9 Mei 2026 diikuti oleh 18 pasang.

Kursus ini dibimbing oleh tim pastoral yang terdiri atas Pastor Felix Janggur, OSA, RD. Fransiskus Katino, Pr., tiga suster dari Kongregasi OSF, serta Diakon Simon Welerubun, OSA.

Kegiatan di Stasi Santo Paulus Kumurkek dibuka oleh RD. Fransiskus Katino, bersama Pastor Felix Janggur, OSA. Dalam sambutannya, RD. Frans Katino menyampaikan bahwa jumlah peserta KPP tahun ini cukup besar.

“Tahun 2026 ini terdaftar 34 pasangan yang mempersiapkan diri untuk menerima Sakramen Perkawinan,” ujarnya.

Para pasangan suami-istri mengikuti Kursus Persiapan Perkawinan dengan khidmat

Ia menegaskan bahwa Kursus Persiapan Perkawinan merupakan bagian penting dari pelayanan pastoral Gereja untuk membenahi dan memperkuat kehidupan keluarga kristiani.

“Kami mengajak umat, terutama yang belum menerima Sakramen Perkawinan, agar segera membereskannya. Tujuannya supaya keluarga-keluarga sungguh menjadi keluarga kristiani sejati yang terberkati,” tegasnya.

Sebagian besar peserta KPP merupakan pasangan yang telah hidup bersama, namun belum menerima Sakramen Perkawinan. Karena itu, pihak paroki berharap para pasangan segera melengkapi kehidupan perkawinan mereka secara gerejawi.

P. Felix Janggur, OSA memberikan materi Kursus Persiapan Perkawinan di Stasi Santo Agustinus Mosun

Harapan senada disampaikan Pastor Felix Janggur, OSA. Pastor Paroki St. Yoseph Ayawasi itu mengungkapkan keprihatinannya terhadap masih banyaknya keluarga kristiani yang belum menerima Sakramen Perkawinan.

Selama kursus, para peserta menerima berbagai materi pembinaan, antara lain Perkawinan dalam Pandangan Gereja Katolik, moral perkawinan, psikologi pria dan wanita, komunikasi keluarga dan relasi suami-istri, reproduksi dan pengaturannya, pengelolaan ekonomi rumah tangga, keluarga berencana, liturgi perkawinan, kehidupan seksual dalam perkawinan, hingga perkawinan sebagai sakramen.

Materi-materi tersebut dibawakan oleh RD. Fransiskus Katino, Pastor Felix Janggur, OSA, Sr. Liza, OSF, Sr. Flory, OSF, dan Sr. Eleonora, OSF.

Salah satu peserta, Oktovianus Tenau, mengakui mengikuti seluruh rangkaian pembinaan hingga selesai.

“Kami mengikuti kegiatan ini selama empat hari hingga selesai. Kursus ini membawa kami kepada pernikahan sejati yang terberkati,” katanya.

Peserta Kursus Persiapan Perkawinan di Stasi Santo Agustinus Mosun

Peserta lainnya, Theresia Asmuruf, menilai pembinaan tersebut sangat penting dalam membangun kehidupan keluarga yang harmonis dan beriman.

“Dalam pernikahan, kami membutuhkan pembinaan dari Pastor dan materi-materi untuk memupuk perkawinan agar berjalan mulai hari ini hingga maut memisahkan,” ujarnya.

Theresia juga mengajak para peserta untuk sungguh menghidupi materi yang telah diterima selama kursus.

“Materi ini sangat penting bagi kami, dan akan kami laksanakan dalam kehidupan kami masing-masing,” tutupnya.

Setelah Kursus akan dilaksanakan pernikahan massal di tiga tempat. Pada Jumat, 15 Mei 2026 akan dilaksanakan pernikahan massal di Gereja Stasi St. Paulus Kumurkek. Sementara dua tempat lain yaitu di pusat Paroki dan di Stasi St. Agustinus Mosun.

Kontributor: Bosco Assem-Komsos Kumurkek