Renungan Harian: “Dilahirkan kembali” Dalam Roh

3

Renungan Harian – 14 April 2026
Bacaan I: Kis 4:32-37
Injil: Yoh 3:7-15

Iman yang sejati kepada Yesus Kristus tidak pernah berhenti pada pengakuan di bibir saja, tetapi nyata dalam sikap hidup sehari-hari. Orang yang sungguh percaya akan menampakkan kepekaan, solidaritas, dan kerelaan untuk berkorban. Ia terus berjuang mengikis egoisme diri dan tidak lagi hidup hanya untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk kebaikan bersama (bonum commune).

Bacaan pertama hari ini menghadirkan gambaran indah tentang kehidupan jemaat perdana. Mereka hidup sehati dan sejiwa (cor unum et anima una in Deum). Tidak ada yang merasa memiliki secara pribadi, sebab semuanya dipakai bersama. Semangat berbagi dan pengorbanan menjadi dasar kekuatan komunitas mereka. Dari situ, karya kerasulan berkembang dan menjadi kesaksian hidup yang nyata tentang kasih Allah.

Injil hari ini juga mengingatkan kita tentang pentingnya “dilahirkan kembali” dalam Roh. Kepada Nikodemus, Yesus menegaskan bahwa hidup baru itu bukan sekadar perubahan lahiriah, tetapi pembaruan hati. Hidup dalam terang Kristus berarti siap meninggalkan cara hidup lama yang egois dan mulai memancarkan kasih, pengampunan, dan kebaikan kepada sesama.

Dalam terang kebangkitan Kristus, kita diajak untuk meneladan semangat jemaat perdana: membangun persaudaraan, memperkuat solidaritas, dan berani berkorban. Dunia kita saat ini masih dipenuhi dengan ketimpangan, kepentingan diri, dan sikap acuh tak acuh. Di tengah situasi itu, kita dipanggil menjadi terang—membawa harapan bagi mereka yang sedang berada dalam kegelapan hidup.

Percayalah, setiap pengorbanan yang dilakukan dengan tulus tidak pernah sia-sia. Tuhan sendiri yang akan memberkati, sehingga tidak ada yang berkekurangan, baik secara rohani maupun jasmani.

Tuhan memberkati. Ave Maria.