
MANOKWARI, KOMSOSKMS.ORG – Ribuan umat Katolik memadati Gereja Ko-Katedral Santo Agustinus Manokwari untuk merayakan Misa Minggu Palma, Mengenang Sengsara Tuhan, pada Minggu (29/3/2026). Perayaan yang menandai dimulainya Pekan Suci ini berlangsung khidmat, diawali dengan upacara pemberkatan daun palma dan perarakan meriah.

Prosesi perarakan dimulai dari halaman SD YPPK Santa Sisilia Manokwari. Sambil memegang dan melambai-lambaikan daun palma, umat berjalan beriringan menuju gereja yang terletak di samping gedung sekolah tersebut. Suasana perarakan dipenuhi dengan nyanyian dan doa, menyimbolkan peristiwa Yesus yang dielu-elukan saat memasuki kota Yerusalem.
Perayaan Ekaristi ini dipimpin Pastor Goklian Paraduan Haposan Lumban Gaol, OFM, dengan didampingi oleh Pastor Stefanus Alo, OSA sebagai konselebran.
Pastor Goklian menekankan makna mendalam di balik penggunaan keledai oleh Yesus saat memasuki Yerusalem. Ia menyoroti Yesus tidak memilih kemewahan, melainkan kesederhanaan.
“Pemimpin yang ideal adalah seperti Yesus; pemimpin yang penuh cinta, penuh kerendahan hati dengan menggunakan keledai, dan ingin menghadirkan perdamaian bagi umatnya,” ujarnya dalam khotbah, Minggu.

Ia juga mengingatkan umat bahwa daun palma yang mereka pegang bukan sekadar hiasan, melainkan simbol komitmen untuk menghidupi semangat cinta dan kerendahan hati dalam kehidupan sehari-hari.
Pastor Goklian lalu mengajak umat berefleksi melalui Kisah Sengsara Tuhan. Ia menyinggung betapa cepatnya mulut manusia berubah dari memuji “Hosana” menjadi teriakan “Salibkan Dia”.
“Kisah ini mengajak kita bercermin: apakah kita juga orang yang mudah bersilat lidah dan mengkhianati orang-orang yang mencintai kita? Apakah kita juga pelaku yang mudah menghakimi sesama?” tanyanya dengan nada retoris kepada umat.

Ia menegaskan, meskipun Yesus tahu akan dikhianati dan menghadapi penderitaan hebat, Ia tidak mundur. Hal ini menunjukkan bahwa kasih Tuhan jauh lebih besar daripada rasa sakit akibat pengkhianatan.

Pastor asal ordo Fransiskan ini lalu mengajak seluruh umat, baik sebagai kepala keluarga, ibu rumah tangga, maupun anggota masyarakat, untuk berani mengubah cara berpikir dan bertindak.
“Mari kita hadir sebagai pribadi yang setia dan konsisten antara perkataan dan perbuatan. Meskipun perjalanan hidup ke depan tidak kita ketahui, ketika kita bersandar pada salib Tuhan, kita yakin bisa melewati segalanya,” tutupnya.

Perayaan Minggu Palma di Gereja Ko-Katedral Santo Agustinus ini berjalan dengan aman dan lancar, menjadi pembuka yang kontemplatif bagi umat Katolik di Manokwari sebelum memasuki Tri Hari Suci. (*)
Kontributor: Tim Komsos Paroki Ko-Katedral Manokwari




