Penyambutan Salib IYD 2027 di Paroki St. Benediktus Fef

3

FEF, KOMSOSKMS.ORG- Perayaan penyambutan Salib IYD 2027 di Paroki St. Benediktus Fef berlangsung meriah, penuh rasa syukur, sukacita, persaudaraan dan kekeluargaan. Perasaan-perasaan ini tidak hanya dialami dan dirasakan oleh umat Katolik saja, melainkan juga umat kristiani dan masyarakat lainnya. Salib IYD sendiri diantar dan dibawa langsung oleh para Pastor, OMK dan umat dari Praparoki St. Wihelmus Sausapor.

Penyambutan Salib IYD 2027 dimulai dari lingkungan St. Benyamin Banfot. Dalam proses penyambutan ini, perasaan haru yang mendalam menghiasi hati umat lingkungan Banfot dan umat Praparoki St. Wihelmus Sausapor, khususnya bagi keluarga dan anak cucu dari bapak Yappen (salah satu tokoh yang mengantar dan mendampingi Paster Willem Rombouts). Perasaan haru tersebut dilatarbelakangi oleh moment penyampaian dan ungkapan permohonan maaf sekaligus rekonsiliasi dari anak cucu kepada Pater Willem Rombouts dan bapak Yappen atas penolakan yang dahulu dilakukan oleh orangtua mereka.

Selanjutnya, umat lingkungan St. Benyamin Banfot dan Praparoki St. Wihelmus Sausapor berarak dan berjalan bersama membawa Salib IYD menuju Fef, yang mana merupakan ibu kota Kabupaten Tambrauw. Iring-iringan mobil yang panjang berkolaborasi dengan suara sorak-sorai dan hentakan kaki dalam tarian Tumbuk Tanah di bawah langit Lembah Fef yang biru nan sejuk, menyambut salib IYD. Seluruh umat menanti di gapura sambil menari dan berdansa menyambut Sang Juruselamat. Perasaan umat bercampur aduk, baik perasaan bahagia dan sukacita maupun perasan haru bahkan cucuran air mata terus menghiasi wajah dan relung hati sebagian besar umat. Alam pun tidak mau ketinggalan untuk memberikan dukungan dan penyambutannya. Hal ini tampak pada kondisi alam Fef yakni sejuk dan mendung namun tak berhujan, sehingga tidak menimbulkan rasa gerah dan kepanasan.

Sebelum Salib IYD diarak bersama menuju Gereja Paroki St. Benediktus Fef, terlebih dahulu dilakukan prosesi pengalungan pada Salib IYD 2027 oleh tiga lembaga atau elemen yakni Adat, Gereja dan Pemerintah. Pihak Adat diwakili oleh Mama Maria Bame (anak dari salah satu tokoh sejarah perkembangan misi Katolik). Kemudian dilanjutkan oleh pihak Gereja yang diwakili oleh Pastor Yoseph Kabalesy, Pr selaku pastor Paroki St. Benediktus Fef. Selanjutnya, pengalungan dilakukan oleh pihak Pemerintah yang diawali oleh Bapak Sekda Kabupaten Tambrauw, selanjutnya oleh Wakil Ketua I DPR Kabupaten Tambrauw dan diakhiri oleh Bapak Wakil Bupati Tambrauw. Selain itu, pengalungan juga diberikan kepada Bapak Yappen, para pastor dan ketua OMK Praparoki St. Wihelmus Sausapor. Pengalungan ini diberikan oleh bapa Soleman Yewen selaku pemilik hal wilayat tempat berdirinya Gereja dan Pastoran Paroki St. Benediktus Fef.

Sesudah prosesi pengalungan, seluruh umat berarak dan berjalan bersama menuju Gereja Paroki St. Benediktus Fef. Dalam perarakan ini, Salib IYD dibawa atau dipegang secara bergantian dari satu dusun ke dusun lainya. Selain itu, turut mengambil bagian dalam proses pembawaan Salib IYD adalah siswa-siswi baik SD, SMP maupun SMA. Salib IYD kemudian diarak dan dibawa hingga sampai ke dalam Gedung Gereja, dengan diantar oleh tarian dari kelompok mama-mama Papua. Selanjutanya, dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi bersama yang dipimpin oleh Pastor Paroki St. Benediktus Fef dan didampingi oleh pastor-pastor se-TPW Tambrauw yakni, RD. Alex Laike, RD. Charles Singpangki, RD. Matias Ateta dan RP. Very Surlily, OSA.

Sesudah Perayaan Ekaristi bersama, dilanjutkan dengan acara ramah tamah di halaman pastoran. Dalam acara ramah tamah terdapat sambutan-sambutan baik oleh tokoh umat, Bapak Wakil Bupati maupun Ketua TPW Tambrauw sekaligus Wakil Komkep Keuskupam Manokwari-Sorong. Dalam sambutannya, Ketua TPW mengajak dan menyerukan permohonan dukungan bagi orang-orang muda Katolik. Lebih lanjut, beliau mengingatkan dan menegaskan bahwa orang muda Katolik bukanlah hanya masa depan Gereja melainkan masa kini Gereja. Sementara itu, Bapak Wakil Bupati Kabupaten Tambrauw Paulus Ajambuani dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kegiatan kirab Salib IYD ini menjadi momentum penting bagi orang muda Katolik untuk semakin memperdalam iman dan mempererat persaudaraan dan kekeluargaan. Beliau juga mengajak seluruh umat untuk terus memperkuat kebersamaan, menjaga kedamaian, serta bersama-sama membangun Tambrauw yang aman, rukun dan sejahtera.

“Saya berharap kegiatan ini dapat semakin menumbuhkan semangat, iman, memperkuat persatuan umat, serta mempersiapkan orang muda Katolik menjadi generasi yang tangguh, unggul, berintegritas dan siap melayani Gereja, bangsa dan daerah” kata Wakil Bupati Tambrauw.

Di sisi lain, kehadiran Salib IYD 2027 di TPW Tambrauw, khususnya di Paroki Fef menjadi sesuatu yang cukup istimewah bagi umat di lembah kabut Fef ini, sebab momen ini mempunyai kaitan yang sangat erat dengan pekabaran Injil atau penyebaran misi Katolik puluhan tahun lalu yang dibawa oleh misionaris. Semoga momentum ini menjadi tanda dan mendatang rahmat dan berkat bagi seluruh umat Katolik, khususnya dan umumnya bagi masyarakat di Kabupaten Tambrauw khususnya bagi orang muda Katolik, sehingga mampu menjadi saksi pengharapan dan pelayan Allah di kebun anggur-Nya.

Kontributor: P. Josse Kabalesi, Pr