RENUNGAN HARIAN – Rabu, 11 Maret 2026
Bacaan I: Ul 4:1.5-9
Bacaan Injil: Mat 5:17-19
Bagaimanakah sikap kita terhadap hukum? Dalam kehidupan bersama, manusia membutuhkan hukum yang menjadi kesepakatan bersama demi terciptanya kesejahteraan umum atau bonum commune. Tanpa hukum yang mengatur hidup bersama, manusia dapat dengan mudah saling merugikan satu sama lain. Kehidupan akan kehilangan arah dan kedamaian. Karena itu, hukum hadir sebagai pedoman yang menjaga keteraturan dan keharmonisan hidup.
Hal yang sama juga berlaku dalam kehidupan iman. Manusia membutuhkan hukum yang menuntun hidupnya agar semakin dekat dengan Tuhan. Hukum Tuhan bukan sekadar aturan yang membatasi, melainkan jalan yang menuntun manusia kepada kehidupan yang penuh kasih, kebaikan, dan belas kasih.
Dalam Injil hari ini, Yesus berkata: “Janganlah kamu menyangka bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.” (Mat 5:17). Melalui perkataan ini, Yesus menegaskan bahwa kehadiran-Nya bukan untuk menghapus hukum, melainkan untuk menyempurnakannya.
Yesus menunjukkan bahwa inti dari seluruh hukum adalah kasih dan belas kasihan. Dalam seluruh hidup dan karya-Nya, Yesus menghadirkan wajah Allah yang penuh kasih. Ia mengajarkan bahwa hukum Tuhan tidak boleh dijalankan secara kaku atau sekadar formalitas, tetapi harus dihidupi dengan hati yang penuh kasih.
Karena itu, menaati hukum Tuhan seharusnya tidak hanya karena kewajiban atau takut akan hukuman. Ketaatan sejati lahir dari kesadaran akan kasih dan belas kasih Allah. Ketika kita menyadari betapa besar kasih Tuhan kepada kita, maka kita pun terdorong untuk hidup menurut kehendak-Nya.
Marilah kita belajar memahami, mendalami, dan menjalankan perintah-perintah Tuhan dengan hati yang terbuka. Dengan demikian, hidup kita sungguh berada dalam bingkai hukum kasih. Dari situlah lahir kehidupan bersama yang penuh damai, adil, dan membawa kesejahteraan bagi semua orang.
Semoga melalui ketaatan yang lahir dari kasih, kita semakin bertumbuh dalam iman dan mampu menghadirkan bonum commune bagi sesama.
Tuhan memberkati dan Ave Maria.





