Renungan Harian: Menanam Benih Kasih Setiap Hari

3

Renungan Harian, 2 Maret 2026
Bacaan I: Dan 9:4b–10
Bacaan Injil: Luk 6:36–38

Hidup sebagai murid Kristus berarti membuka hati selebar-lebarnya bagi sesama. Orang yang sungguh beriman akan membiarkan kasih Allah mengalir melalui dirinya. Ia menerima, menghargai, dan mengasihi siapa pun, apa pun keadaan dan latar belakangnya. Namun, realitas hidup sering menunjukkan hal sebaliknya. Masih banyak di antara kita yang begitu mudah menghakimi. Kita cepat melihat kekurangan orang lain, tetapi lambat memeriksa hati sendiri. Kacamata yang dipakai adalah kacamata negatif, sehingga apa pun yang dilakukan sesama selalu tampak kurang dan salah.

Dari mulut seperti ini, yang keluar bukanlah kata-kata berkat, tetapi kata-kata yang merendahkan, menghakimi, bahkan memfitnah. Hati yang dipenuhi prasangka akan sulit melihat martabat sesama sebagai citra Allah.

Injil hari ini mengajak kita untuk menata kembali batin kita. Yesus secara tegas mengingatkan: “Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.” Inilah undangan untuk memurnikan hati dan menumbuhkan kerahiman. Yesus meminta kita menjadi pribadi yang murah hati—yang lebih suka memahami daripada menghakimi, lebih suka mengampuni daripada menyimpan dendam.

Sikap murah hati tidak lahir begitu saja. Ia tumbuh dari hati yang membiarkan kasih Allah menang atas egoisme. Ketika kasih mulai mengambil tempat, kita perlahan dijauhkan dari keinginan untuk merasa paling benar, paling hebat, atau paling suci. Kita mulai melihat sesama sebagai pribadi yang rapuh seperti kita, yang juga perlu dimengerti dan disembuhkan.

Mari bersama menanam benih kasih setiap hari. Biarlah kata-kata yang keluar dari mulut kita menjadi kata-kata yang meneguhkan. Biarlah sikap kita mencerminkan wajah Allah yang penuh belas kasih. Dengan demikian, hidup kita menjadi pantulan cinta yang menguatkan banyak orang.
Tuhan memberkati dan Ave Maria!