Renungan Harian: Iman Yang Taat, Setia, Dan Berkorban

7

Renungan Harian – Minggu, 05 Maret 2023
Minggu Prapaskah II
Bacaan I: Kej 12:1-4a;
Bacaan II: 2Tim 1:8b-10;
Bacaan Injil: Mat 17:1-9

IMAN YANG TAAT, SETIA, DAN BERKORBAN
Setiap orang tentu menghendaki hidup yang semakin berbuah di hadapan Tuhan. Kita ingin hidup yang penuh rahmat, kaya akan berkat, dan memiliki harta rohani yang tak lekang oleh waktu. Namun, iman yang hidup tidak muncul begitu saja. Iman sejati selalu menuntut kesetiaan, ketaatan, dan kerelaan untuk berkorban.

Hari ini, liturgi mengajak kita belajar dari Abraham, bapa para beriman. Dalam bacaan pertama, Abraham diminta untuk meninggalkan negeri, keluarga, dan segala kenyamanan yang selama ini ia miliki. Tuhan tidak memberi penjelasan detail—Ia hanya berkata: “Pergilah… ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu.” (Kej 12:1)

Abraham tidak tahu arah yang pasti, tidak mengerti maksud Tuhan sepenuhnya, namun ia tetap taat. Ia pergi, seperti yang difirmankan Tuhan. Ketaatannya tidak goyah, meskipun ia sudah berusia 75 tahun (Kej 12:4). Inilah iman yang matang: mendahulukan kehendak Allah daripada kehendak diri sendiri. Dan iman seperti inilah yang kemudian membuahkan berkat besar: Abraham menjadi bapa bangsa-bangsa.

Dalam Injil hari ini, kita berjumpa dengan Yesus yang dimuliakan di gunung Tabor. Peristiwa transfigurasi memperlihatkan siapa Dia sesungguhnya. Suara Bapa yang menggema menegaskan: “Inilah Anak yang Kukasihi… dengarkanlah Dia.” (Mat 17:5)

Melalui Yesus, Allah menunjukkan kasih-Nya yang paling sempurna. Yesus tidak hanya dimuliakan, tetapi juga rela berjalan menuju penderitaan dan salib demi keselamatan kita. Ia menyerahkan hidup-Nya untuk mempermuliakan kita, membawa kita pada hidup kekal.

Jika kita ingin hidup yang berbuah, kita pun diajak untuk meneladan Abraham dan Yesus: Setia kepada Allah, dalam segala situasi—baik terang maupun gelap. Taat pada perintah-Nya, meskipun kita belum mengerti seluruh rencana-Nya. Rela berkorban, karena cinta selalu menuntut pemberian diri.

Semakin kita berpaut kepada Allah, semakin hidup kita dipenuhi rahmat. Ketika kita belajar mendengarkan dan mengikuti kehendak-Nya, iman kita bertumbuh dan hidup kita mulai menghasilkan buah yang membawa keselamatan.

Selamat Hari Minggu. Tuhan memberkati. Ave Maria!