Renungan Harian: Pertobatan Sejati Selalu Mengantar Pada Pembaruan Hidup

65

RENUNGAN HARIAN – 28 Februari 2026
Bacaan I: Ul 26:16-19
Bacaan Injil: Mat 5:43-48

Pertobatan sejati selalu mengantar kita pada pembaruan hidup. Bukan sekadar berubah perilaku di permukaan, tetapi membiarkan Tuhan memurnikan hati kita dari egoisme, dendam, dan keinginan untuk membalas. Orang yang sungguh bertobat adalah dia yang perlahan meninggalkan “manusia lama” dan dengan rendah hati mengenakan “manusia baru” yang hidup dalam kasih Allah.

Bacaan Injil hari ini mengajak kita masuk ke dalam salah satu tuntutan Yesus yang paling radikal dalam Kotbah di Bukit: “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”

Perintah ini tidak mudah. Bahkan bertentangan dengan naluri manusiawi kita. Kita cenderung mencintai orang yang mencintai kita, dan menjaga jarak dari mereka yang melukai kita. Tetapi Yesus menegaskan bahwa panggilan menjadi anak Bapa adalah panggilan untuk hidup dalam kasih yang tanpa syarat—kasih yang melampaui balas jasa, melampaui perasaan, bahkan melampaui logika.

Bapa surgawi menerbitkan matahari bagi orang baik maupun orang jahat. Ia menurunkan hujan bagi orang benar maupun orang yang tidak benar. Kasih-Nya mencakup semua, tanpa batas dan tanpa syarat. itulah ukuran kasih yang Yesus tawarkan kepada kita.

Ketika kita berani mengasihi mereka yang menyakiti kita, sebenarnya kita sedang mengalami proses pembebasan. Bebas dari belenggu dendam, bebas dari luka hati yang memerangkap, bebas untuk menjadi pribadi baru yang dipenuhi damai. Kasih adalah kekuatan yang mengubah—bukan hanya mengubah orang lain, tetapi terlebih dahulu mengubah hati kita sendiri.

Oleh karena itu, belajarlah membuka hati dan memberi ruang bagi mereka yang pernah melukai. Beranilah mendoakan mereka, meski hati masih terasa berat. Mintalah rahmat agar kita mampu melihat setiap orang dengan mata kasih Bapa.

Percayalah, ketika kasih Allah tinggal dalam hati kita, hidup menjadi lebih ringan, damai, dan penuh sukacita. Sebab kasih selalu membebaskan.

Tuhan memberkati. Ave Maria!