Renungan Harian: Tuhan mengenal hati kita jauh sebelum kata-kata kita terucap

75

Renungan Harian 24 Februari 2026
Bacaan I: Yes 55:10-11
Bacaan Injil: Mat 6:7-15

Berdoa berarti memasuki ruang perjumpaan dengan Tuhan, sebuah komunikasi yang menghidupkan relasi kita dengan-Nya. Sebagaimana relasi manusia membutuhkan komunikasi yang terus-menerus agar semakin erat, demikian pula relasi kita dengan Allah. Doa menjaga hati kita tetap terpaut pada-Nya dan mengikis jarak yang tercipta karena kelemahan dan kesibukan hidup.

Dalam Injil hari ini, Yesus menegaskan bahwa kualitas doa tidak diukur dari panjangnya kata-kata. “Dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah” (Mat 6:7). Tuhan mengenal hati kita jauh sebelum kata-kata kita terucap. Karena itu, doa yang sejati adalah doa yang jujur, tulus, dan langsung pada pokoknya—doa yang lahir dari hati yang berserah, bukan dari keinginan untuk dipuji atau dilihat orang lain.

Yesus kemudian memberikan kepada kita sebuah doa yang sangat sederhana namun penuh kedalaman: Doa Bapa Kami. Dalam doa ini, kita memuliakan Allah sebagai Bapa yang mahakuasa, sekaligus mengakui ketergantungan penuh kita kepada-Nya. Kita memohon rezeki, kekuatan untuk melawan godaan, serta rahmat untuk mengampuni sesama—semua dalam kerendahan hati sebagai anak-anak yang mengandalkan kasih Bapa.

Seperti hujan dan salju yang turun untuk menyuburkan bumi (Yes 55:10-11), demikian pula firman Tuhan—termasuk ajaran Yesus tentang doa—akan selalu menghasilkan buah dalam hati yang terbuka. Maka, marilah kita semakin tekun dan setia mempersembahkan hati dalam doa: dengan tulus, jujur, rendah hati, dan penuh penyerahan diri.

Tuhan memberkati. Ave Maria!