Surat Gembala Pra Paskah 2026 Uskup Manokwari-Sorong Mgr. Hilarion Datus Lega

35

SUPAYA MEREKA MELIHAT PERBUATANMU YANG BAIK
(Surat Gembala Pra Paskah 2026)

“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga” Mt. 5: 16

Budi, seorang siswa SD Kelas VI menuliskan cita-citanya sebagai berikut: CITA- CITAKU: Bukan untuk menjadi Presiden; Bukan untuk menjadi Dokter; Apalagi untuk menjadi Ilmuwan, bukan! Aku tidak bercita-cita menjadi Pastor, apalagi menjadi Uskup. Bukan semuanya itu. Di masa depan cita-citaku adalah menjadi KAKEK PENSIUNAN!

Karena Kakekku bisa tidur pagi; bisa tidur siang; bisa tidur lebih awal di malam hari. la tidak mengerjakan PR dan ia tidak ada les tambahan. Pagi-pagi bisa jalan-jalan cari soto atau bubur ayam; cari lontong sayur atau nasi uduk. Kalau sudah kenyang bisa duduk-duduk di bawah pohon rindang, menikmati angin, atau cari teman untuk ngobrol. Tidak ada yang peduli. Pagi minum kopi, sore minum teh, dan malam cari wedang jahe. Hidup sungguh enak dan nyaman. Naik angkot kadang-kadang gratis; selalu dikasih tempat duduk. Makan apa saja boleh, asal mau. Selama tidak kebanyakan makan atau minum, tidak ada yang melarang.

Kakekku bisa melakukan apa saja yang disukainya:jogging; bersepeda; jalan- jalan; dan kumpul-kumpul atau reuni dengan leman-temannya dari doeloe. Kakekku pensiunan yang luar biasa. Di masa depan aku mau menjadi seperti dia: Kakek Pensiunan.

…………………………..

Tidak ada yang salah dengan cita-cita Budi. Itu seperti mimpi atau angan-angan, dan mungkin juga kerinduan. Namun satu hal pasti: itu adalah cerminan dari melihat dan mengalami serta merasakan apa yang menjadi tingkah laku panutannya. Barangkali di mata Budi, sang Kakek adalah segala-galanya, bukan hanya sekedar tokoh model yang menjadi suri tauladan. Contoh dan kesaksian hidup telah menjadi tulang punggung dan darah daging yang hanya bisa ditiru mentah-mentah oleh Budi.

Dalam skala tertentu, kita pun bisa sama seperti Budi: hanya meniru apa yang dilihat dan dialami. Kalau semua orang sepertinya bisa saja menipu, maka kita pun dengan enteng ikut-ikut suka berbohong. Kalau melakukan tindak kriminal jahat seperti tidak pernah kena sangsi atau hukuman, maka kita sepertinya sesuka hati bisa main hakim sendiri. Seperti tidak ada kepedulian dalam hutan rimba kehidupan manusia.

………………………………………

Oleh karena itulah, sebagai rang-orang yang mengikuti Kristus, kita membutuhkan jalan-selalu kembali kepada-Nya melalui pertobatan. Jalan pertobatan dengan berpantang dan berpuasa selama masa khusus Pra Paskah merupakan kesempatan untuk meluruskan jalan hidup kita sebagaimana dikehendaki Tuhan: Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa! Maka, dosa dan aneka penyimpangan dari kebaikan serta kebenaran hidup tidak mesti membuat kita terpuruk dan seakan tidak dapat bangkit kembali. Tumpulnya hati nurani sekalipun tidak harus kehilangan pegangan kita kepada Tuhan yang memanggil kita untuk kembali kepada-Nya

Panggilan itu adalah untuk bercahaya di depan orang sehingga mereka dapat melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Tuhan (bdk. Mt. 5: 16). Inilah panggilan hidup sejati untuk menyadari dan percaya betapa mahaluas dan mahadalam belaskasih Tuhan yang mengangkat kembali kita dari kegalauan hidup yang bergelimang dosa. Inilah panggilan hidup sejati yang berpangkal mula dari Tuhan sendiri yang memungkinkan kita berpengharapan sambil terus berlangkah maju menjadi berkat bagi sesama! Inilah kesempatan untuk tidak menyia-nyiakan gaung Tahun Yubileum Pengharapan 2025 lalu agar merawat hidup dengan sepantas-pantasnya sebagai makhluk bermartabat. Ini amat bersesuaian dengan tema Aksi Puasa Pembangunan Nasional 2026: Menjadi Gereja Misioner yang Menghadirkan Pengharapan.

Menjadi gereja yang misioner tidak lain daripada menghidupkan gereja dengan para warganya yang hanya tahu mengobarkan kebaikan demi kebaikan sehingga semua orang dapat merasakan apa artinya berkat! Berkat itu merupakan kebaikan yang dilakukan dengan ketulusan hati. Inilah tindakan mulia yang bisa dijadikan contoh bagi siapa saja pada musim dan zaman mana saja. Berkat selalu seperti memberikan solusi dengan melakukan tindakan yang tidak merugikan sesama,.

Akhimya, marilah kita menilik gereja yang mestinya memiliki selalu pengharapan. Inilah sesungguhnya gereja yang jujur, yang meletakkan semua tumpuan hidupnya pada harapan akan kehendak Tuhan. Sehubungan dengan makna Puasa dan pertobatan, inilah gereja yang melandaskan hidupnya pada kejujuran: “Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Tetapi apabila engkau berpuasa minyakilah kepadamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat orang bahwa engkau sedang bepuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di empat yang tersembuny… yang akan membalasnya kepadamu (Mt. 6: 16-18)

Inilah sebuah gereja yang sesungguhnya menghantarkan kita semua kepada persahabatan-persaudaraan; keterlibatan-kerja; dan berkat-kesaksian hidup baik! Gereja seperti ini niscaya hanya menyebarkan pesona dan aura positif dengan tidak membenci, tidak mendendam, malah setia memaafkan, berperilaku jujur dengan hati terbuka menjalani hidup bersih. Inilah gereja yang para anggotanya hidup saling membantu-saling meneguhkan-saling memperkaya!

Selamat memasuki masa Pra Paskah yang penuh rahmat. Selamat menghayati kesaksian hidup yang baik dan benar, sehingga selalu dan kapan pun kita tetap menjadi berkat Tuhan bagi sesama.

Sorong, Rabu Abu,
18 Pebruari 2026.

H. Datus Lega;
Uskup Manokwari-Sorong