Paroki St. Andreas Ayata Rayakan HUT ke-10 dengan Meriah dan Penuh Syukur

52
Pastor Ferdi Sabu, Pr memimpin perayaan Ekaristi HUT ke-10 Paroki St. Andreas Ayata- Aifat Timur

AYATA, AIFAT TIMUR, KOMSOSKMS.ORG – Suasana sukacita dan kebersamaan memenuhi kompleks Paroki St. Andreas Ayata-Aifat Timur pada Minggu, 30 November 2025. Umat berkumpul dalam jumlah besar untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Paroki yang ke-10, sebuah momentum penuh sejarah dan harapan bagi seluruh komunitas beriman di wilayah itu.

Ketua Dewan Paroki beserta umat memotong kue Ulang Tahun Paroki Santo Andreas Ayata

Perayaan dimulai dengan Misa kudus pada pukul 10.00 WIT di pusat paroki. Misa berlangsung khidmat dan penuh rasa syukur atas perjalanan sepuluh tahun pelayanan pastoral yang telah dilalui bersama. Seusai perayaan Ekaristi, rangkaian acara dilanjutkan dengan resepsi, pemotongan kue ulang tahun, serta makan bersama seluruh umat yang hadir.

Acara ini dihadiri oleh sembilan ketua dewan stasi, enam ketua lingkungan, tokoh-tokoh umat, serta seluruh warga Paroki St. Andreas Ayata-Aifat Timur. Kehadiran mereka menandai kekompakan dan semangat persaudaraan yang kuat di tengah berbagai tantangan yang pernah dialami paroki.

Perayaan Ekaristi HUT Paroki Santo Andreas ke-10 berlangsung khidmat

Umat terlihat sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Senyuman, sapaan hangat, dan rasa gembira tampak mewarnai kebersamaan sejak awal hingga akhir acara. Semua kegiatan berlangsung tertib dan meriah.

Pastor Paroki St. Andreas, dalam kesempatan itu, mengungkapkan rasa haru dan kebanggaannya melihat antusiasme umat yang begitu besar.

“Awalnya saya tidak menduga bahwa akan semeriah ini, karena perayaannya jatuh pada hari Minggu. Saya pikir stasi-stasi akan merayakan di tempat masing-masing. Bulan ini juga sangat padat dengan kegiatan orang muda. Tapi ternyata luar biasa, semangat umat merayakan syukur ulang tahun paroki yang ke-10 ini begitu besar. Semua datang dari stasi-stasi,” ungkapnya.

Umat bersukacita dalam perayaan HUT ke-10 Paroki St. Andreas

Beliau juga menegaskan bahwa perjalanan paroki selama sepuluh tahun ini bukanlah hal yang mudah.

“Kita ini paroki yang boleh dikatakan kembali dari nol. Sejak peristiwa Kisor, kita mengungsi selama empat tahun. Harapan saya ke depan, paroki ini menjadi contoh bagi yang lain, terutama dalam hal iman umat. Karena bagi saya, iman umat di sini sangat semangat. Bila kita menggerakkan mereka, bahkan lebih dari itu, kesadaran mereka sendiri yang membuat paroki ini hidup,” tambahnya.

Perayaan HUT ke-10 Paroki St. Andreas Ayata tidak hanya menjadi momen syukur atas perjalanan masa lalu, tetapi juga peneguhan bagi seluruh umat untuk terus membangun komunitas gerejawi yang tangguh, bersatu, dan semakin bertumbuh dalam iman.

Pastor Paroki bersama Ketua Dewan dan ketua-ketua Stasi serta undangan

Dengan semangat yang ditunjukkan umat, Paroki St. Andreas Ayata-Aifat Timur melangkah ke dekade berikutnya dengan harapan dan tekad baru: menjadi paroki yang semakin menjadi terang dan teladan bagi wilayah sekitar.