Renungan Harian, Senin 13 Oktober 2025
Bacaan I: Roma 1:1–7
Bacaan Injil: Lukas 11:29–32
“Tanda yang Sesungguhnya”
Dalam Injil hari ini, Yesus menegur dengan keras orang banyak yang menuntut tanda dari-Nya. Ia berkata, “Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.” (Luk 11:29). Kata-kata ini menggambarkan kekecewaan Yesus terhadap orang-orang yang selalu ingin bukti lahiriah untuk percaya.
Yesus sebenarnya telah memberi begitu banyak tanda lewat karya dan mukjizat-Nya: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang mati dibangkitkan. Namun hati mereka tetap tertutup. Mereka tidak mampu melihat kehadiran Allah di tengah-tengah mereka. Mengapa? Karena hati mereka bebal dan sombong. Mereka lebih suka menilai dengan logika manusia daripada dengan mata iman.
Yesus mengingatkan bahwa yang terpenting bukanlah tanda-tanda ajaib, tetapi hati yang terbuka untuk percaya. Orang-orang Ninive justru menjadi teladan. Mereka mendengarkan seruan pertobatan Yunus dan langsung bertobat. Tanpa menuntut bukti, mereka menanggapi sabda Tuhan dengan iman dan kerendahan hati.
Kita pun sering bersikap seperti orang banyak dalam Injil: menuntut tanda agar percaya bahwa Tuhan hadir dan bekerja dalam hidup kita. Kita berkata, “Kalau Tuhan benar mendengarkan doaku, tunjukkan buktinya!” atau “Kalau Tuhan benar sayang padaku, kenapa aku menderita?” Padahal, tanda terbesar kasih Allah sudah nyata dalam diri Yesus Kristus sendiri — dalam sabda-Nya, dalam pengorbanan-Nya di kayu salib, dan dalam setiap peristiwa hidup yang kita alami.
Yang dibutuhkan bukan tanda baru, melainkan hati baru — hati yang mau melihat dengan kacamata iman. Ketika kita membuka hati, kita akan menyadari bahwa Allah berbicara lewat banyak cara: lewat orang-orang yang menolong kita, lewat pengalaman hidup, bahkan lewat kesulitan yang membentuk kita menjadi pribadi yang lebih kuat dan beriman.
Marilah hari ini kita mohon kepada Roh Kudus agar menerangi hati dan budi kita. Semoga kita tidak lagi menuntut tanda dari Tuhan, tetapi justru menjadi tanda kasih dan iman di tengah dunia.
Tuhan memberkati dan Ave Maria!





