Renungan Harian: Yesus, Pintu yang Membawa Hidup

107
ILUSTRASI

Renungan Harian, Senin, 12 Mei 2025
Bacaan Injil dari: Yohanes 10:1-10

“Yesus, Pintu yang Membawa Hidup”

“Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.” (Yohanes 10:9)

Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus memperkenalkan diri-Nya sebagai Gembala yang baik. Namun terlebih dahulu Ia menyebut diri-Nya sebagai “Pintu bagi domba-domba”. Ini adalah gambaran yang sederhana tetapi penuh makna rohani yang dalam. Apa maknanya?

Pertama, sebagai “Pintu”, Yesus sesungguhnya menjadi akses keselamatan. Yesus berkata bahwa siapa pun yang masuk melalui-Nya akan selamat. Dalam kehidupan zaman dahulu, kandang domba biasanya memiliki satu pintu, dan sang gembala sendiri sering berbaring di ambang pintu itu pada malam hari untuk melindungi domba dari bahaya. Dengan kata lain, tak ada yang bisa masuk tanpa melewati gembala. Begitu juga dengan keselamatan. Tidak ada jalan lain kepada Bapa selain melalui Yesus (bdk. Yoh 14:6). Ia adalah satu-satunya pintu menuju kehidupan kekal.

Kedua, Pintu sebagai tempat perlindungan dan kebebasan. Sebagai Gembala yang Baik, Yesus tidak hanya menyelamatkan, tetapi Ia juga memberi tempat perlindungan. “Ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.” Ini adalah gambaran kebebasan sejati dalam Kristus. Di dalam Dia, kita selalu menemukan ketenangan, arah, dan penyertaan. Ia tidak mengurung kita, tetapi justru membebaskan kita dari belenggu dosa dan ketakutan.

Ketiga, Yesus mengingatkan tentang bahaya pencuri dan perampok. Pencuri dan perampok datang bukan untuk kebaikan domba. Justru sebaliknya, mereka datang untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan. “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Yoh 10:10).

Dunia saat ini menawarkan banyak “pintu palsu”: keinginan daging, kekuasaan, kekayaan, dan berbagai ajaran yang menyesatkan. Semuanya itu, jika kita terjerat dalam hal-hal itu, maka ia seakan menjadi pencuri dan perampok yang dapat membinasakan hidup kita.

Untuk itu, harus kita sadari bahwa hanya satu pintu yang membawa pada hidup yang sejati—yaitu Yesus. Yesus yang menuntun pada hidup dalam kelimpahan. Dan kelimpahan ini bukan sekadar materi, tetapi kelimpahan damai, sukacita, kasih, dan hubungan yang utuh dengan Allah.

Semoga kita senantiasa masuk melalui Pintu yang sejati. Kita semakin bersatu dengan Sang Gembala; mengenal suara Gembala dan mengikuti-Nya

Tuhan memberkati dan Ave Maria!