RENUNGAN HARIAN
Jumat, 26 Juni 2026
Bacaan I: 2Raj 25:1-12
Mazmur Tanggapan: Mzm 137:1-2.3.4-5.6
Bacaan Injil: Mat 8:1-4
“Aku Mau, Jadilah Engkau Tahir”
Hidup tidak selalu berjalan sesuai dengan harapan. Ada saat-saat ketika kita harus menghadapi berbagai kesulitan, penderitaan, kegagalan, bahkan situasi yang membuat kita merasa tidak berdaya. Dalam keadaan seperti itu, sering kali muncul pertanyaan dalam hati: apakah Tuhan masih peduli kepada kita?
Bacaan Injil hari ini memberikan jawaban yang sangat jelas. Seorang penderita kusta datang kepada Yesus dan bersujud di hadapan-Nya sambil berkata, “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku” (Mat. 8:2). Ia datang bukan dengan tuntutan, melainkan dengan iman dan penyerahan diri yang penuh. Ia percaya bahwa Yesus mampu menolongnya, dan ia menyerahkan sepenuhnya hidupnya ke dalam kehendak Tuhan.
Iman yang tulus itu menyentuh hati Yesus. Dengan penuh belas kasih Yesus mengulurkan tangan-Nya dan berkata, “Aku mau, jadilah engkau tahir” (Mat. 8:3). Seketika itu juga orang tersebut sembuh dari kustanya. Peristiwa ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak pernah menutup mata terhadap penderitaan manusia. Ia selalu mendengarkan doa orang yang datang kepada-Nya dengan hati yang percaya.
Bacaan pertama mengisahkan kehancuran Yerusalem dan pembuangan bangsa Israel ke Babel. Mereka mengalami penderitaan karena menjauh dari Tuhan. Namun di tengah kehancuran itu, Tuhan tetap membuka jalan keselamatan bagi umat-Nya. Kesetiaan Tuhan tidak pernah berakhir sekalipun manusia sering kali tidak setia.
Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk memiliki iman yang teguh dan pengharapan yang tidak pernah padam. Mungkin saat ini kita sedang memikul beban yang berat, menghadapi persoalan keluarga, pekerjaan, kesehatan, atau berbagai pergumulan lainnya. Jangan menyerah dan jangan kehilangan harapan.
Datanglah kepada Yesus dengan hati yang percaya. Serahkan segala sesuatu kepada-Nya, sebab Dia mengetahui apa yang kita butuhkan dan Dia tidak pernah meninggalkan orang yang berharap kepada-Nya.
Percayalah, Tuhan selalu bekerja dalam hidup kita. Meskipun pertolongan-Nya tidak selalu datang sesuai dengan waktu dan cara yang kita inginkan, Dia tidak pernah gagal memberikan yang terbaik bagi anak-anak-Nya.
Marilah kita terus menaruh kepercayaan dan pengharapan kepada Tuhan. Seberat apa pun beban hidup yang kita pikul, ketika kita datang dan berserah kepada-Nya, Dia akan memberi kekuatan, penghiburan, dan jalan keluar yang terbaik.
Tuhan memberkati. Ave Maria.





