SORONG. KOMSOS.ORG — Suasana penuh sukacita dan keharuan menyelimuti Aula Lux Ex Oriente ketika para wisudawan dan wisudawati Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) Santo Benediktus Sorong resmi dikukuhkan sebagai lulusan Sarjana Strata Satu (25/11). Momen bersejarah ini menjadi puncak perjalanan akademik mereka sekaligus tonggak penting dalam perutusan sebagai pelayan Gereja dan masyarakat di Keuskupan Manokwari–Sorong maupun berbagai daerah lainnya.

Perayaan Ekaristi Pembuka Wisuda
Rangkaian kegiatan wisuda diawali dengan Perayaan Ekaristi di Gereja Katedral Kristus Raja Sorong. Misa dipimpin oleh Uskup Manokwari-Sorong, Mgr. Hilarion Datus Lega, didampingi para pastor konselebran. Hadir pula para wisudawan-wisudawati, orang tua dan wali, undangan, serta umat yang turut ambil bagian dalam perayaan syukur tersebut.
Dalam sambutannya, Uskup Datus menegaskan kembali makna pendidikan dalam hidup manusia. “Kita belajar bukan untuk sekadar sekolah, melainkan untuk hidup dan kehidupan. Ini sejalan dengan tugas dan tanggung jawab pendidikan formal, termasuk STPK Santo Benediktus yang ikut mencerdaskan kehidupan bangsa,” tegasnya.

Seusai Misa, para lulusan bersama keluarga menuju Aula Lux Ex Oriente untuk mengikuti seremoni resmi pembukaan dan pelantikan wisuda.
Seremoni Wisuda di Aula Lux Ex Oriente
Upacara wisuda dipimpin oleh jajaran pimpinan STPK Santo Benediktus Sorong, para dosen, serta perwakilan lembaga Gereja dan Pemerintah Daerah Papua Barat Daya.
Dalam sambutannya, Ketua STPK Santo Benediktus Sorong, Pastor Emanuel Tenau, Pr, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian para lulusan serta perkembangan kampus sejak berdiri.

“Kampus STPK Santo Benediktus Sorong didirikan pada 14 Mei 2008 dan hingga kini terus menghasilkan lulusan-lulusan terbaik. Setiap tahun rata-rata 30 orang diwisudakan. Kampus ini ditopang tenaga pengajar profesional sehingga kualitas SDM yang dihasilkan tidak diragukan lagi,” ungkapnya.
Perwakilan Pemerintah Daerah Papua Barat Daya, Adolof Kambuaya, dalam sambutannya juga menegaskan bahwa keberhasilan para wisudawan bukanlah proses yang singkat.
“Prestasi hari ini bukan hasil yang mudah. Kita menyaksikan lulusan-lulusan terbaik yang oleh kasih Tuhan sampai pada gelar sarjana. Pendidikan tidak berhenti pada gelar, tetapi terus berproses dalam kehidupan kita sehari-hari,” katanya.
Penyerahan Ijazah dan Simbol Kelulusan
Satu per satu nama wisudawan-wisudawati dipanggil maju untuk menerima ijazah dan simbol kelulusan. Tepuk tangan meriah mengiringi setiap proses penyerahan, menandai keberhasilan mereka melewati masa studi, praktik pastoral, hingga ujian tugas akhir.
Suasana syukur semakin terasa ketika Paduan Suara STPK Santo Benediktus Sorong mempersembahkan lagu-lagu daerah, menambah kekhidmatan dan kegembiraan seluruh rangkaian acara. Doa syukur kemudian dipanjatkan untuk memohon penyertaan Tuhan dalam perjalanan dan perutusan para lulusan di masa mendatang.

Ungkapan Syukur Wisudawan
Salah satu wisudawan, Roy Stevanus, membagikan rasa syukur dan bangganya mewakili rekan-rekan lulusan.
“Hari ini saya merasa bangga karena bisa sampai pada tahap ini. Tidak mudah, tetapi semua karena berkat Tuhan dan dukungan keluarga. Empat tahun kami menempuh perjalanan suka dan duka. Hari ini bukan akhir perjuangan, melainkan langkah awal memasuki dunia pelayanan dan kerja,” tuturnya.
Wisuda Sarjana Strata Satu STPK Santo Benediktus Sorong tahun ini menjadi penanda bahwa Gereja terus menyiapkan para pelayan pastoral yang kompeten, berdedikasi, dan siap diutus demi kemuliaan Tuhan serta pelayanan bagi sesama.





