Temu Pastores KMS 2026: Menguatkan Sinodalitas dan Mempersiapkan IYD 2027

154
Mgr. Hilarion Datus Lega menyampaikan homili pada pemberkatan Gereja Santo Yohanes Rasul Konja

SORONG,.KOMSOSKMS.ORG — Setelah sempat terhenti akibat pandemi COVID-19 dan berbagai dampaknya selama kurang lebih tiga tahun (2022–2024), Keuskupan Manokwari–Sorong (KMS) akhirnya kembali menyelenggarakan Temu Pastores (TePas) pada Januari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan para imam sekaligus ruang refleksi bersama dalam membaca tantangan dan arah pastoral Gereja ke depan, khususnya dalam rangka mempersiapkan Indonesian Youth Day (IYD) 2027.

TePas pertama di Keuskupan Manokwari–Sorong diselenggarakan pada tahun 2005. Sejak itu, pertemuan ini menjadi salah satu agenda penting dalam kehidupan pastoral keuskupan. TePas terakhir sebelum pandemi berlangsung pada tahun 2019. Situasi global akibat COVID-19 memaksa berbagai agenda pastoral ditunda, termasuk TePas, hingga akhirnya baru dapat kembali dilaksanakan pada awal tahun 2026.

Latar Belakang dan Tujuan
Sesungguhnya, TePas telah direncanakan berlangsung pada tahun 2025 sebagai bagian dari persiapan menyambut IYD 2027. Namun, padatnya agenda dan berbagai kesibukan pastoral menyebabkan pelaksanaannya baru dapat diwujudkan pada Januari 2026.

TePas 2026 secara khusus diarahkan untuk mempersiapkan Keuskupan Manokwari–Sorong sebagai tuan rumah Indonesian Youth Day 2027. IYD yang pertama kali diselenggarakan di Sanggau ini akan memasuki penyelenggaraan keempat kalinya di KMS. Sejak salah satu IYD mengusung tema “OMK Indonesia, Bangkitlah dan Bersaksilah”, antusiasme terhadap perhelatan iman kaum muda ini terus meningkat, bukan hanya di kalangan Orang Muda Katolik (OMK), tetapi juga di seluruh elemen Gereja.

Dalam semangat Gereja yang semakin menekankan sinode dan sinodalitas, penyelenggaraan IYD dipandang sebagai momentum strategis untuk memahami dan menghidupi peran OMK dalam dinamika menggereja masa kini. Geliat dan pengalaman OMK dari tiga IYD sebelumnya kini sampai pada Keuskupan Manokwari–Sorong sebagai tuan rumah yang keempat. Ribuan OMK dari seluruh keuskupan di Indonesia, bahkan tidak tertutup kemungkinan dari negara-negara tetangga, akan hadir dan berjumpa dalam perayaan iman bersama.

Oleh karena itu, dibutuhkan persiapan yang serius, bertanggung jawab, dan memadai. Sosialisasi mengenai IYD 2027 telah dilakukan di kalangan OMK KMS sejak kurang lebih satu setengah tahun terakhir. Demikian pula di tingkat pimpinan pastoral, sosialisasi telah dilakukan secara khusus kepada para Ketua Tim Pastoral Wilayah (TPW) se-KMS dalam Rapat Dewan Keuskupan II tahun 2024. Meski demikian, dipandang perlu adanya penguatan dan pendalaman bersama melalui sebuah Temu Pastores yang mengusung tema khusus.

Tema TePas 2026
TePas 2026 mengangkat tema: “Menghayati Peran OMK dalam Dinamika Menggereja Sinodal.”

Tema ini menuntut elaborasi mendalam atas sekurang-kurangnya tiga elemen penting. Pertama, pemahaman tentang dinamika menggereja dalam konteks zaman kini. Kedua, pendalaman mengenai ciri sinodalitas sebagai cara hidup dan cara berjalan bersama Gereja. Ketiga, pemahaman yang utuh dan kontekstual tentang OMK sebagai subjek aktif Gereja, baik dalam perspektif makro (Gereja universal dan lokal) maupun dalam perspektif mikro-kemanusiaan.

Peserta Temu Pastores 
Peserta TePas 2026 adalah seluruh Pastor Keuskupan Manokwari–Sorong, termasuk tiga imam diosesan yang sedang berkarya di keuskupan lain maupun sedang menempuh studi lanjut, yakni RD. Boni Korain (STIYB Abepura), RD. Daniel Gobay (TOR Nabire), dan RD. Yul Korain. Jumlah imam yang terlibat sebanyak 71 orang.

Selain itu, TePas juga diikuti oleh dua Petugas Pastoral, Elisabeth Estakia dan Laurens Paking; dua Diakon OSA, Dkn. Belo Sedik dan Dkn. Simon Welerubun; serta dua Frater calon Diakon, Fr. Henderikus Hendi dan Fr. Seletinus Vion Momo.

Sebagai wujud keterlibatan nyata OMK, panitia juga mengundang perwakilan OMK dari berbagai wilayah pastoral. Masing-masing dua OMK diundang dari sembilan paroki di TPW Aimas dan Sorong, serta masing-masing dua OMK dari enam TPW lainnya: Bintuni, Fakfak, Kaimana, Manokwari, Maybrat, dan Tambrauw. Total OMK yang hadir berjumlah 30 orang. Dengan demikian, jumlah keseluruhan peserta TePas mencapai 107 orang.

Narasumber dan Fasilitator
Dalam semangat sinodal, setiap peserta TePas pada dasarnya adalah narasumber. Setiap imam dan peserta hadir bukan sebagai “kertas kosong”, melainkan membawa pengalaman, latar belakang keilmuan, kekaryaan, serta pergumulan pastoral yang memperkaya forum.

Untuk pendalaman tema, TePas menghadirkan fasilitator utama dari Komisi Kepemudaan KWI, yakni Mgr. Pius Riana Prapdi dan Mgr. Maximus Regus, didampingi oleh Sekretaris Komkep KWI, RD. Fr. Kristiadi, Pr. Setiap sesi akan dimoderatori oleh peserta TePas sendiri, yang diharapkan secara aktif mengambil peran dalam dinamika diskusi.

Pembiayaan dan Akomodasi
Pembiayaan TePas pada prinsipnya menjadi tanggung jawab Keuskupan Manokwari–Sorong, dengan pengecualian biaya transportasi para pastor dan petugas pastoral yang biasanya ditanggung masing-masing. Biaya transportasi peserta OMK akan diperhitungkan oleh keuskupan. Kontribusi dari KWI berupa pembiayaan tiket pulang-pergi bagi para Uskup narasumber dan Romo Kristiadi.

Akomodasi peserta diatur oleh Panitia Kecil dengan memanfaatkan fasilitas di Keuskupan, Biara Tagaste, dan Biara SVD, serta dukungan beberapa biara suster (CB, CIJ, OSF) dan pastoran (Doom, Katedral, Zentrum St. Wenseslaus). Peserta yang berasal dari Aimas tinggal di kediaman masing-masing.

Rangkaian Acara
TePas dimulai pada Selasa, 20 Januari 2026, dengan Misa Pembuka pukul 17.00, dilanjutkan kata pembuka, santap malam, sesi perkenalan, dan doa malam.

Rabu, 21 Januari, kegiatan diisi dengan Misa pagi, empat sesi materi bersama para Uskup dan Romo Kristiadi, serta sesi diskusi sepanjang hari.

Kamis, 22 Januari, empat sesi difokuskan pada diskusi kelompok dan pleno mengenai implementasi dan operasionalisasi persiapan menuju IYD 2027.

Pada Jumat, 23 Januari, peserta merumuskan kesimpulan dan rekomendasi sebagai hasil TePas yang akan ditindaklanjuti bersama. Rangkaian kegiatan ditutup dengan Misa Penutup dan makan siang bersama.

Melalui Temu Pastores 2026 ini, Keuskupan Manokwari–Sorong meneguhkan komitmennya untuk berjalan bersama dalam semangat sinodal, sekaligus mempersiapkan diri secara matang sebagai tuan rumah Indonesian Youth Day 2027. TePas bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan ruang pembaruan, refleksi, dan penguatan perutusan Gereja, khususnya dalam menyapa dan memberdayakan Orang Muda Katolik.