Supaya Mereka Melihat Perbuatanmu yang Baik: Rekoleksi Prapaskah Imam, Suster, Bruder, Frater TPW Manokwari

16
Rekoleksi dibuka dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh ketua TPW Manokwari Pater Phillipus Sedik, OSA. Rm Thomas membuka dengan ajakan untuk bersyukur karena Allah telah mengundang kita terlibat dalam karya penciptaan-Nya.

WASIOR, KOMSOSKMS.ORG- Masa Prapaskah adalah masa Retret Agung untuk seluruh warga Gereja tanpa terkecuali. Demikian pula dihayati oleh para imam, suster, bruder, dan frater di TPW Manokwari. Selain bertekun dalam pelayanan-pelayanan, mereka saling menimba kekuatan dalam kolegialitas persekutuan karya misi dengan berkumpul bersama dalam rekoleksi TPW Manokwari di Paroki St Laurentius Wasior Rabu 11 – Kamis 12 Maret 2026. Tema yang direnungkan dalam rekoleksi selaras dengan Tema Surat Gembala Prapaskah, “Supaya Mereka Melihat Perbuatanmu yang Baik – Mat 5:16)”. Pemberi renungan kali ini adalah Rm Thomas Suparno CM, Pastor Paroki St Thomas Aquinas Amban.

Selain bertekun dalam pelayanan-pelayanan, para imam, suster, Frater, Bruder, TPW Manokwari menimba kekuatan dalam kolegialitas persekutuan karya misi dengan berkumpul bersama dalam rekoleksi TPW Manokwari di Paroki St Laurentius Wasior Rabu 11 – Kamis 12 Maret 2026.

Melihat Dengan Cara Pandang Allah: Gandum dan Ilalang
Rekoleksi dibuka dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh ketua TPW Manokwari Pater Phillipus Sediq OSA. Rm Thomas membuka dengan ajakan untuk bersyukur karena Allah telah mengundang kita terlibat dalam karya penciptaan-Nya.

Allah menciptakan dan memandang manusia amat baik karena secitra dan segambar dengan Allah. Ketika gambaran rusak, Allah memulihkan, membaharui, dan terus mencintainya. Allah menebusnya dengan harga mahal, yakni dengan darah Kristus. Untuk tugas pengudusan itulah para imam, biarawan, biarawati menjadi pribadi-pribadi istimewa yang dipilih, dipanggil, dibimbing, ditempa, dan diperlengkapi dengan aneka rahmat.

Rekoleksi dibuka dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh ketua TPW Manokwari Pater Phillipus Sedik, OSA. Rm Thomas membuka dengan ajakan untuk bersyukur karena Allah telah mengundang kita terlibat dalam karya penciptaan-Nya.

Kita juga diajak menggunakan cara Allah memandang. Refleksi cara pandang Allah yang ditawarkan adalah dengan perikop Mat 13: 24 – 30 mengenai gandum dan ilalang.

Mata Allah tertuju langsung kepada gandum, bukan ilalang. Allah peduli pada hidup, pertumbuhan, masa depan, dan keselamatan gandum, tanaman-Nya. Cara pandang Allah ini mengundang kita untuk juga memiliki keyakinan positif, apresiatif, promotif dan syukur. Dalam karya, misi, pelayanan kita, seluruh cinta, energi, waktu, minat mesti terarah pada gandum Ilahi: hidup, panggilan, talenta, potensi, ketrampilan, dan semua hal baik dari Allah.

Harus diakui bahwa kadang kita tergoda sebaliknya. Yaitu lebih mudah melihat ilalang daripada gandum. Ini muncul d6alam ketidaksabaran, tendensi untuk mencabut, mencela, mengadili, mencari salah dan kekurangan.

Rm. Thomas mengakiri renungan bersama dengan mengajak merenungkan tiga bahan permenungan pribadi. Pertama merenungkan misteri salib Kristus dengan cara pandang gandum, kedua merefleksikan cara pandang terhadap pribadi, rekan seperutusan, dan umat, dan ketiga sikap tobat dalam cara kita memandang rahmat-rahmat Allah lewat karya dan perutusan masing masing.

Setelah merenung dalam waktu hening singkat, para imam, suster, bruder, frater menerima sakramen tobat.

Rekoleksi Umat
Ada 16 imam, suster, bruder dan frater yang berkumpul dalam rekoleksi ini. Namun, secara istimewa Rm Edi Purwanto CM mengundang Dewan Pleno Paroki St Laurentius untuk hadir dan turut mengikuti rekoleksi mulai dari Misa Pembuka, Rekoleksi, Pengakuan Dosa, hingga diakhiri dengan Ibadat Penutup. Dengan demikian Rekoleksi ini juga menjadi rekoleksi umat bagi DPP Paroki St Laurentius.

Seluruh Imam, Biarawan-biarawati TPW Manokwari mengikuti rekoleksi di Paroki St. Laurentius, Wasior

Demikianlah sukacita dan pembaruan semangat pelayanan dalam kebersamaan para imam, suster, bruder, dan frater se TPW Manokwari di masa Prapaskah ini dapat dinikmati serta membuat umat yang dilayani kembali bersemangat serta memuji dan memuliakan nama Tuhan.

Kontributor: Rm. Nugroho – Pastor Paroki St. Kristoforus