
SORONG, KOMSOSKMS.ORG — Suasana khidmat dan penuh semangat menyelimuti Kapel Seminari Petrus van Diepen pada Selasa pagi (15/07/2025), saat Misa pembukaan tahun ajaran baru 2025–2026 dirayakan. Misa ini dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Manokwari-Sorong, Mgr. Hilarion Datus Lega pada pukul 08.30 WIT dan dihadiri oleh Pastor Rektor RD. Adrianus Tuturop, para imam, para pembina, para suster, serta seluruh seminaris dari SMP dan SMA Seminari Petrus van Diepen, Sorong.
Perayaan ini menjadi momentum penting dalam kalender pendidikan Seminari. Selain memohon berkat Tuhan untuk memulai tahun ajaran baru, Misa juga dimaksudkan untuk mempererat persaudaraan di antara seluruh komunitas seminari, memperbaharui semangat belajar, dan menegaskan kembali komitmen terhadap pembinaan calon-calon pemimpin Gereja masa depan.
Momen Keakraban dan Peneguhan Panggilan
Mengawali homilinya, Uskup Datus Lega mencairkan suasana dengan menyapa dan “mengabsen” perwakilan seminaris dari berbagai paroki di Keuskupan Manokwari-Sorong. Sontak, suasana menjadi hangat dan penuh antusiasme, terutama saat para seminaris menyambut sapaan akrab dari Uskup mereka.

Dalam refleksi homilinya, Uskup mengaitkan peringatan Santo Bonaventura—yang jatuh pada hari itu—dengan harapan akan masa depan yang cerah bagi para siswa seminari. “Nama Bonaventura berasal dari kata Latin bonum yang berarti baik dan ventura yang berarti masa depan atau kejadian. Maka bukan kebetulan anak-anak berada di tempat ini. Dengan doa-doa kita, semoga kalian memiliki masa depan yang cemerlang,” ungkapnya. Ia pun berharap agar para seminaris bisa berkembang menjadi frater, bruder, imam, maupun suster.
Seminari, Tuan Rumah IYD 2027
Dalam homilinya, Uskup Hilarion juga menyampaikan kabar penting terkait penunjukan Keuskupan Manokwari-Sorong sebagai tuan rumah Indonesian Youth Day (IYD) 2027. Seminari Petrus van Diepen akan menjadi lokasi utama untuk menampung 10 keuskupan peserta. Tempat-tempat lain yang akan dipakai termasuk Centrum, Malawele, Katedral, dan Malanu.
“Beberapa lokasi dalam seminari ini harus ditimbun. Jadi, mohon pengertian jika akan ada aktivitas pembangunan dan lalu lalang truk selama masa pembelajaran,” tegas Uskup sambil mengingatkan bahwa dahulu pembangunan gedung SMA Seminari sendiri membutuhkan 5.000 kali angkut truk timbunan.

Lebih dari sekadar infrastruktur, Uskup menekankan makna IYD sebagai pembekalan dan pembinaan iman bagi Orang Muda Katolik. Ia menegaskan bahwa OMK adalah Gereja masa kini, bukan sekadar masa depan. Karena itu, mereka dipanggil untuk tekun, taat, dan aktif membekali diri sejak sekarang.
“Masa depan yang cemerlang adalah kamu. Maka harus dirawat, dibekali, didampingi. Taat belajar, ikut aturan, bukan bolos dan main HP. Tidak ada guru yang ingin mencelakakan anak-anaknya. Justru kami bangga ketika tugas kami dihayati sepenuh hati,” tandasnya.
Pesan Spiritual dan Semboyan Pendidikan
Dalam homili yang sarat makna, Uskup Hilarion juga menyinggung semboyan SEMINARI yang selaras dengan moto Paus Leo XIV, “In Illo Uno Unum—“Sehati sejiwa menuju Tuhan.” Semangat ini mengajak seluruh komunitas untuk hidup dalam kesatuan kasih menuju arah yang benar. Ia juga menyinggung motto SEKAMI, “Children Helping Children”, sebagai inspirasi hidup bersama dalam solidaritas.
Ia menegaskan bahwa Seminari adalah satu-satunya “sekolah istimewa” di Keuskupan Manokwari-Sorong yang setiap tahunnya mendapat perhatian langsung dalam pembukaan tahun ajaran baru. “Karena ini sekolah istimewa, maka harus diisi anak-anak istimewa pula,” ujarnya mengakhiri homili yang disambut tepuk tangan hangat.
Sambutan Perpisahan dan Harapan Baru
Misa ditutup dengan sambutan perpisahan dari Pater Niko, Wakil Kepala Sekolah SMP Seminari yang akan mengakhiri masa tugasnya pada akhir Agustus 2025. Uskup telah menetapkan jadwal serah terima jabatan kepala sekolah baru: 22 Juli untuk SMP, dan 30 Agustus untuk SMA Seminari.
Rektor Seminari, RD. Adrianus Tuturop, turut memberikan apresiasi tulus kepada Pater Niko. “Selamat mengabdi di tempat baru, Pater Niko. Teruslah menjadi cahaya. Saya percaya Pater telah memberi didikan terbaik bagi anak-anak Papua. Dalam waktu singkat, Pater menunjukkan ketegasan dan kepedulian yang luar biasa,” ungkapnya.
Pater Adri pun mengingatkan para seminaris untuk memanfaatkan masa studi sebaik mungkin. “Belajarlah dari hal-hal kecil. Jangan suka melawan. Di sinilah kalian dibentuk menjadi pribadi hebat melalui proses panjang,” tegasnya sambil menyemangati para pembina agar menjadi teladan nyata bagi para seminaris.
Acara ditutup dengan nuansa penuh syukur dan optimisme, menandai awal tahun ajaran yang baru dengan harapan besar akan lahirnya pemimpin-pemimpin Gereja yang tangguh, setia, dan sehati sejiwa menuju Tuhan.
Laporan oleh: Marthina Fifin Da Lopez – Kontributor Komsos Keuskupan Manokwari-Sorong.