Satu Hati, Satu Misi: Nomen Tuum Glorificetur

48

MANOKWARI, KOMSOSKMS.ORG- Penampakan Tuhan adalah salah satu selebrasi penting bagi anak-anak Katolik sedunia, karena pada hari ini anak dan remaja merayakan Hari Anak Misioner. Sekami TPW Manokwari sejak jauh hari merencanakan dinamika HAM 2026 sebagai salah satu titik pijak pemahaman jatidiri, gerakan, dan jaringan Sekami TPW Manokwari.

Edukasi
Selebrasi HAM beranjak dari semangat dasar bina semangat misi anak dan remaja sejak dini. Nilai-nilai utamanya adalah anak bantu anak (children helping children) dan 2D2K (Doa Derma Kurba Kesaksian). HAM kali ini tidak mengumpulkan anak-anak dan remaja dari berbagai paroki di satu tempat, melainkan mengajak Sekami setiap Paroki mengadakan HAM di Parokinya masing-masing. Dengan begitu diharapkan dapat berkumpul lebih banyak anak, dapat berkiprah lebih banyak pendamping, dan dapat terlibat lebih banyak pihak dalam semangat yang sama.

Meski tempat berbeda, satu tema bersama yang diolah dan dipilih adalah Nomen Tuum Glorificetur. Tema yang merupakan motto penggembalaan Uskup Manokwari Sorong, Mgr Hilarion Datus Lega ini digaungkan kembali sebagai pemersatu sukacita anak dan remaja, serta pemersekutu semangat misi Gereja di TPW Manokwari khususnya. Uskup, Keuskupan dan gerak lokal Gereja diperkenalkan sejak dini supaya anak dan remaja terbentuk pula menyatukan hati dan misi bersama Gereja setempat yang mencita-citakan kemajuan, martabat, dan kemandirian. Guliran semangat ini menjadi lengkap dengan tawaran tema HAM Nasional yang beredar kemudian, One in Christ, United in Mission. Menyempurnakan harapan bahwa sesudah merayakan HAM 2026 ini, anak dan remaja dipenuhi dengan rasa syukur, karena dekat dengan Kristus, sehati dengan semangat misi Uskup dan gerak Gereja Keuskupan Manokwari Sorong, serta menjadi bintang-bintang misioner di keluarganya masing-masing.

Animasi

Kakak-kakak pendamping Sekami St Agustinus Co Katedral menyiapkan bahan edukasi untuk bulan Januari ini. Bahan ini adalah tawaran. Diharapkan pendamping Sekami setiap paroki mematangkannya lebih enak bagi anak dan remaja mereka masing-masing. Demikianlah dengan tema yang sama, pendamping dan anak – remaja dapat berkreasi untuk menyemarakkan sukacita Hari Anak Misioner setelah perayaan Ekaristi HAM dan sepanjang bulan Januari.

Beberapa paroki yang melaporkan penyelenggaraan HAM misalnya Paroki Agustinus Ko Katedral mencatat kehadiran 80 anak dan 50 remaja bersama 8 pendamping, di luar jumlah orang tua dan umat yang lain. Setelah Misa diadakan Panggung Anak Misioner dengan pameran foto Jurnalis Cilik, penampilan lagu, gerak, story telling, puisi, dan drama remaja. Di pusat Paroki Sang Gembala Baik Masni, anak yang hadir berjumlah 40 beserta 10 remaja dan 10 pendamping. Namun, stasi masing-masing juga merayakan dalam ibadat. Sesudah misa, anak-anak berkeliling ke rumah-rumah untuk mengadakan kunjungan Tiga Raja dan memberi berkat ambang pintu rumah dengan kapur. Di Paroki St Kristoforus Prafi, yang terlibat ada 60 anak, 52 remaja, 14 pendamping, serta 9 OMK. Kegiatan animasi diisi dengan mewarnai untuk anak-anak, permainan-permainan untuk remaja, penampilan setiap stasi, dan kado silang. HAM di paroki St Immanuel Sanggeng melibatkan 40 anak, 15 remaja, dan 12 pendamping. Dengan nuansa semangat tiga raja, anak dan remaja serta orang tua mereka berdinamika bersama dengan Diakon Carlos Belo Sedik OSA. Di paroki St Thomas Aquinas Amban, anak yang hadir tercatat 36 orang, remaja 11 orang beserta 4 pendamping. Anak dan remaja mengikuti pendalaman iman bersama Fr Marius Janggik CM. Paroki St Laurentius Wasior juga mengangkat tema tiga raja. Stasi-stasi yang lain juga menyelenggarakan HAM dengan kreativitas masing-masing. Ada juga stasi yang menyelenggarakan HAM pada Minggu Pesta Pembaptisan Tuhan.

Dalam bahasa Sekami, yang dimaksud animasi misioner adalah bentuk-bentuk kreativitas seperti lagu-lagu, tepuk, yel-yel, dan rangkaiannya yang membuat anak dan remaja lebih mudah memahami pesan dan misteri iman yang dirayakan. Dengan kemudahan teknologi dan media sosial, animasi sekami makin mudah ditemukan. Serentak pada Sekami 2026 ini anak dan remaja semua Paroki menyanyikan lagu Nomen Tuum Glorificetur. Supaya anak – remaja selalu ingat pada pesan Bapa Uskup.

Refleksi
Kemeriahan dan sukacita amat kuat terasa di Paroki-Paroki TPW Manokwari yang menyelenggarakan Hari Anak Misioner 2026. Persis seperti sukacita para gembala, para sarjana, dan seluruh dunia menjumpai bayi Yesus setelah dipandu oleh bintang. Beberapa pendamping menangkap bahwa dengan diselenggarakan di paroki masing-masing, penyelenggaraan HAM menjadi lebih leluasa dalam kreasi dan bentuk ekspresi. Anak – remaja dan pendamping memiliki kesempatan untuk saling mengenal lebih dalam. Anak-remaja juga saling mengenal satu sama lain sehingga dapat berinteraksi dan berdinamika dengan penuh semangat. Terasa pula dukungan orang tua, OMK, dan juga para Romo paroki. HAM di Paroki masing-masing disebut unggul dalam kualitas dan kuantitas.

Ada refleksi pendamping yang menyatakan bahwa dengan pendampingan yang baik, anak – remaja bertumbuh optimal, penuh sukacita, berani tampil karena merasa diberi kepercayaan dan didukung, menghayati kebersamaan dan kebanggaan sebagai anak – remaja Katolik yang terlibat sebagai bagian dari Gereja Katolik untuk mewartakan terang Kristus kepada semua orang. Disinilah beberapa pendamping yang lain menyadari pentingnya pendampingan yang terencana dan berkelanjutan. Inilah salah satu tujuan dari rangkaian pembinaan pendamping yang direncanakan Sekami TPW Manokwari sepanjang tahun 2026 nanti.

Semangat misi anak dan remaja dimulai dari mengenali tugas-tugas pokok, keluarga dan paroki, dan keuskupan mereka masing-masing sebelum mengenal perutusan mereka sebagai bagian dari Gereja semesta.

Asah Semangat Misioner Anak – Remaja dan Pendampingnya

Hari Anak Misioner adalah salah satu momentum penting dalam bina iman anak dan remaja. Dikatakan salah satu karena akan ada banyak momen Gerejawi yang dapat menjadi sarana pembinaan iman anak dan remaja misioner seturut gerakan misi Serikat-Serikat Kepausan. Hari Orang Sakit Sedunia, Hari Minggu Panggilan, Hari Minggu Misi adalah beberapa di antaranya. Oleh karena itu, pengalaman penyelenggaraan Hari Anak Misioner serentak di berbagai Paroki di TPW Manokwari ini menjadi salah satu tonggak dalam meningkatkan kualitas pendampingan bagi anak dan remaja, didukung oleh adanya jejaring pendamping yang kompak dan bersemangat serta bahan-bahan yang sesuai dengan gerak Gereja setempat. Semoga anak dan remaja bertumbuh dalam iman dan semakin mampu memuliakan nama Tuhan dalam pertumbuhan hidup mereka.

Laporan: Rm. Yoseph Nugroho Tri Sumartono