Renungan Harian, 5 Januari 2026
Bacaan I: 1 Yohanes 4:7–10
Bacaan Injil: Markus 6:34–44
Kepedulian terhadap sesama yang menderita merupakan salah satu keutamaan Kristiani yang mesti terus kita pupuk dan kembangkan. Kasih bukan sekadar konsep indah atau kata-kata manis, melainkan perwujudan iman yang nyata dalam hidup sehari-hari. Iman yang sejati selalu menemukan bentuknya dalam tindakan kasih yang konkret.
Dalam bacaan pertama, Rasul Yohanes mengingatkan kita bahwa kasih berasal dari Allah. Barangsiapa mengasihi, ia berasal dari Allah dan mengenal Allah. Puncak kasih itu nyata ketika Allah mengutus Putra-Nya yang tunggal ke dalam dunia, agar kita hidup oleh-Nya. Kasih Allah bukan reaksi atas kebaikan manusia, melainkan inisiatif Allah sendiri yang lebih dahulu mengasihi kita. Dari kasih yang begitu besar inilah kita diajak untuk saling mengasihi satu sama lain.
Injil hari ini menampilkan wajah Yesus yang penuh belaskasih. Ketika melihat orang banyak yang mengikuti-Nya, Yesus tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, sebab mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Kepedulian Yesus tidak berhenti pada rasa iba semata. Ia mengajar mereka, mendengarkan mereka, dan bahkan memperhatikan kebutuhan jasmani mereka. Dengan lima roti dan dua ikan, Yesus menggandakan makanan dan memberi makan ribuan orang hingga semuanya kenyang.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa Yesus sungguh menaruh perhatian pada mereka yang berharap kepada-Nya. Ia tidak menutup mata terhadap kelaparan, penderitaan, dan kebutuhan manusia. Lebih dari itu, Yesus mengajak para murid untuk terlibat: “Kamu harus memberi mereka makan.” Ini adalah undangan untuk bersikap solider, peduli, dan rela berkorban bagi mereka yang kecil, lemah, dan menderita. Kasih Kristiani selalu menuntut keterbukaan hati dan keberanian untuk “turun” menyentuh realitas hidup sesama.
Selain sikap peduli, Injil hari ini juga mengajar kita untuk berserah diri kepada Tuhan. Apa yang tampak kecil dan tidak cukup di tangan manusia, menjadi berlimpah ketika diserahkan kepada Yesus. Tuhan selalu mampu mengubah keterbatasan kita menjadi berkat bagi banyak orang, asal kita mau percaya dan berharap kepada-Nya.
Semoga melalui renungan hari ini, kita semakin diteguhkan untuk hidup dalam kasih yang nyata: peduli, solider, dan mau berbagi. Kiranya iman kita sungguh menjadi berkat bagi banyak orang di sekitar kita.
Tuhan memberkati. Ave Maria!





