Renungan Harian: Terang yang Menyertai Peziarahan Hidup

171

Renungan Harian – 31 Desember 2025; Perayaan Tutup Tahun 2025
Bacaan I: 1 Yohanes 2:18–21
Bacaan Injil: Yohanes 1:1–18

Terang yang Menyertai Peziarahan Hidup

Di penghujung tahun 2025, kita diajak untuk berhenti sejenak, menoleh ke belakang, dan merefleksikan perjalanan hidup yang telah kita lalui. Tahun ini mungkin tidak selalu mudah. Ada hari-hari penuh syukur dan tawa, tetapi ada pula saat-saat di mana air mata jatuh tanpa suara. Suka dan duka, harapan dan kekecewaan, keberhasilan dan kegagalan—semuanya menjadi bagian dari kisah hidup kita sepanjang tahun ini.

Namun satu hal yang patut kita syukuri: kita tidak pernah berjalan sendirian. Dalam setiap langkah hidup kita, selalu ada kebersamaan—dalam keluarga, komunitas, lingkungan kerja, dan masyarakat. Lebih dari itu semua, kita berjalan bersama Allah yang setia, yang tidak pernah meninggalkan peziarahan kita, bahkan ketika hidup terasa berat dan tak menentu.

Dalam kebersamaan itulah kita diteguhkan. Saat berhadapan dengan kenyataan pahit, rasa frustasi, kekecewaan, ketakutan akan masa depan, dan kecemasan yang menggerogoti hati, Tuhan tetap hadir. Ketika senyum terasa sulit terukir, ketika hidup seolah tidak baik-baik saja, Allah tidak berpaling. Ia setia menemani, menopang, dan menguatkan langkah kita sampai tiba di penghujung tahun ini.

Injil Yohanes hari ini mengingatkan kita akan kebenaran yang menghibur dan meneguhkan: “Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang bagi manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.” (Yoh 1:4–5).

Terang Kristus tidak pernah padam, bahkan di saat dunia terasa gelap. Terang itu hadir di tengah luka, kegagalan, dan ketidakpastian. Terang itu menuntun kita agar tidak tersesat, agar tidak tenggelam dalam keputusasaan. Bacaan pertama menegaskan bahwa kita adalah milik kebenaran, dipanggil untuk tetap setia dan berjaga, agar tidak terhanyut oleh arus dunia yang menjauhkan kita dari Allah.

Kasih Allah sungguh membebaskan dan menghidupkan. Dalam Putra-Nya, Yesus Kristus, kita dianugerahi hidup baru—hidup yang penuh harapan dan sukacita. Ketika kita jatuh dalam dosa, Tuhan tidak menjauh, tetapi mengangkat dan mengarahkan kembali. Ketika kita sakit, Ia menjamah dan menyembuhkan. Ketika kita diuji oleh berbagai cobaan, Ia membangkitkan harapan dan memberi kekuatan baru.

Maka, marilah kita melepaskan tahun 2025 dengan hati yang penuh syukur. Syukur bukan karena semuanya sempurna, tetapi karena Allah setia hadir dalam segala situasi. Ia melindungi, menolong, dan membimbing kita sampai hari ini.

Seraya bersyukur, kita juga diajak untuk melangkah ke depan dengan iman yang optimis. Tahun 2026 mungkin masih menyimpan banyak misteri, tetapi kita percaya bahwa masa depan kita ada dalam tangan Allah. Kita menyerahkan seluruh hidup, rencana, dan harapan kita kepada-Nya.

Karena kita yakin akan sabda ini: “Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, penuh kasih dan kebenaran.” (Yoh 1:14)

Di dalam Yesus Kristus, peziarahan hidup kita tidak akan tersesat. Di dalam Dia, kita menemukan arah, kekuatan, dan keselamatan sejati. Bersama-Nya, kita melangkah dengan harapan baru.

Akhrinya, kami, Komsos Keuskupan Manokwari–Sorong, mengucapkan: Selamat melepas Tahun 2025 dan selamat melangkahkan kaki ke Tahun 2026.

Tuhan memberkati. Ave Maria.