Renungan Harian, 14 Januari 2026
Bacaan I: 1Sam 3:1-10.19-20
Bacaan Injil: Mrk 1:29-39
Setia Melayani, Setia Berdoa
Karya pelayanan Yesus sungguh luar biasa padat dan menyita tenaga. Ia mengajar, mewartakan Injil, menyembuhkan orang sakit, dan membebaskan mereka yang dikuasai roh jahat. Dalam Bacaan Injil hari ini kita melihat bagaimana Yesus seakan tidak memiliki waktu luang. Setelah keluar dari rumah ibadat, Ia menyembuhkan ibu mertua Petrus, lalu pada petang hari banyak orang datang kepada-Nya dengan berbagai penderitaan. “Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan” (Mrk 1:34).
Namun ada satu hal yang sangat menarik dan sarat makna: di tengah kesibukan pelayanan yang luar biasa itu, Yesus tidak pernah mengabaikan saat-saat hening bersama Bapa-Nya. “Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana” (Mrk 1:35). Bagi Yesus, doa bukanlah pelengkap, melainkan sumber kekuatan. Dari keheningan bersama Bapa, Ia menimba daya untuk melanjutkan perutusan-Nya.
Sikap Yesus ini sejalan dengan Bacaan Pertama tentang panggilan Samuel. Samuel belajar peka terhadap suara Tuhan dalam keheningan malam. Ketika ia akhirnya mampu berkata, “Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar”, hidupnya menjadi sarana kehendak Allah. Pelayanan yang sejati selalu berakar pada kemampuan untuk mendengarkan Tuhan terlebih dahulu.
Renungan hari ini menegaskan dua hal penting bagi kita. Pertama, kita dipanggil untuk setia melayani seperti Yesus: berani menjamah, menyembuhkan, dan membebaskan mereka yang menderita, terluka, dan terpinggirkan. Pelayanan Kristiani tidak boleh berhenti pada kata-kata, tetapi harus nyata dalam tindakan kasih.
Kedua, di tengah kesibukan hidup dan pelayanan, kita juga harus setia meluangkan waktu bagi Tuhan. Keheningan, doa, dan dialog yang mendalam dengan-Nya bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan rohani. Tanpa doa, pelayanan mudah menjadi rutinitas yang melelahkan; dengan doa, pelayanan menjadi sumber sukacita dan daya hidup.
<span;>Semoga kita mampu meneladan Yesus: tekun melayani dan setia berdoa. Dari perjumpaan pribadi dengan Tuhan, kita akan senantiasa disegarkan dan dikuatkan untuk menjalankan tugas perutusan kita setiap hari.
Tuhan memberkati. Ave Maria.





