Renungan Harian, 05 Januari 2025
Bacaan I: 1 Yohanes 3:22–4:6
Bacaan Injil: Matius 4:12–17.23–25
Menjadi pewarta kebaikan dan kebenaran tidak pernah mudah. Jalan kebenaran sering kali penuh tantangan, penolakan, bahkan penderitaan. Namun, satu hal yang pasti: tantangan dan kesulitan tidak akan pernah mampu memadamkan kebaikan dan kebenaran yang sejati. Kebenaran mungkin ditekan, tetapi tidak bisa dihancurkan.
Kiprah hidup Yohanes Pembaptis dan Yesus sendiri menjadi bukti nyata. Yohanes harus ditangkap, dipenjarakan, bahkan akhirnya dibunuh karena keberaniannya mewartakan kebenaran. Yesus pun mengalami hal yang serupa. Sejak awal karya-Nya, Ia sudah menghadapi penolakan, kecurigaan, dan berbagai upaya untuk menghalangi-Nya, hingga akhirnya Ia wafat di kayu salib.
Dalam Injil hari ini, kita mendengar bahwa Yesus menyingkir ke Galilea setelah mengetahui Yohanes ditangkap. Namun penyingkiran itu bukanlah tanda ketakutan atau pelarian. Justru di sanalah Yesus semakin menegaskan misi-Nya. Ia mulai mewartakan Injil Allah dengan seruan yang jelas dan tegas: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!” (Mat 4:17).
Yesus tidak berhenti berkarya. Ia berkeliling, mengajar, mewartakan Kerajaan Allah, serta menyembuhkan orang-orang sakit dan yang menderita. Anehnya, semakin Ia dihalang-halangi, justru semakin banyak orang datang kepada-Nya. Orang-orang melihat kuasa Allah yang bekerja dalam diri Yesus, dan harapan pun kembali tumbuh di hati mereka. Kebaikan yang sejati selalu menemukan jalannya.
Bacaan pertama mengingatkan kita agar hidup seturut Roh Allah dan tidak mudah terpengaruh oleh roh-roh palsu. Pewartaan kebenaran harus lahir dari relasi yang benar dengan Allah, diwujudkan dalam kasih, ketaatan, dan kesetiaan. Di situlah kekuatan sejati seorang pewarta.
Renungan hari ini mengajak kita belajar dari Yesus: setia dalam perutusan, tidak menyerah oleh kesulitan, tidak berdiam diri karena takut. Yesus terus melangkah, terus mewartakan Injil, dan terus menghadirkan pembebasan bagi banyak orang.
Semoga kita pun berani menebarkan kebaikan dan kebenaran, bahkan ketika situasi tidak mendukung. Mari kita pancarkan kasih Allah secara terus-menerus. Jangan biarkan aliran berkat terhenti dalam hidup kita. Biarlah melalui kata, sikap, dan tindakan kita, kasih Tuhan tetap mengalir bagi sesama.
Tuhan memberkati. Ave Maria.





