Renungan Harian: Peristiwa Pemurnian Iman dan Peneguhan Harapan

41

Renungan Harian – 09 April 2026
Bacaan I: Kis 3:11-26
Bacaan Injil: Luk 24:35-48

Iman para rasul pernah mengalami kegoncangan hebat. Ketika Yesus ditangkap dan disalibkan, harapan mereka seakan runtuh dan nyaris sirna. Namun, kebangkitan Kristus menjadi titik balik yang mengubah segalanya. Yesus tidak membiarkan mereka tenggelam dalam ketakutan dan kekecewaan. Ia datang menyapa dengan penuh cinta dan kelembutan: “Damai sejahtera bagi kamu!” (Luk 24:36).

Sapaan ini bukan sekadar salam biasa, melainkan kekuatan ilahi yang memulihkan hati mereka. Bahkan, Yesus mengundang para murid untuk mendekat, melihat dan meraba luka-luka-Nya. Ia ingin menegaskan bahwa Ia sungguh hidup dan tetap hadir di tengah mereka. Dari perjumpaan itu, iman mereka dimurnikan, diteguhkan, dan dihidupkan kembali.

Kebangkitan Kristus bukan hanya peristiwa kemenangan atas maut, tetapi juga peristiwa pemurnian iman dan peneguhan harapan. Melalui kebersamaan, makan bersama, dan perjumpaan pribadi dengan Yesus, para murid semakin dipersatukan dalam semangat communio—persekutuan yang hidup. Dari persekutuan itulah lahir keberanian untuk bersaksi, seperti yang kita dengar dalam Bacaan Pertama: mereka menyembuhkan yang sakit dan mewartakan Kristus yang bangkit.

Dalam kehidupan kita pun, tidak jarang iman menjadi goyah. Kita mengalami kekecewaan, ketakutan, bahkan kehilangan harapan. Namun hari ini, Yesus yang bangkit datang juga kepada kita, menyapa dengan penuh kasih: “Damai sejahtera bagimu.” Ia mengundang kita untuk kembali mendekat, merasakan kehadiran-Nya, dan membiarkan damai-Nya mengalir dalam hati kita..

Damai dari Tuhan itulah yang memberi kekuatan baru. Damai itu membangkitkan harapan, meneguhkan langkah, dan memampukan kita untuk tetap setia dalam tugas perutusan sebagai saksi iman di tengah dunia.

Maka, marilah kita semakin mendekat kepada Tuhan, terutama di tengah kesulitan dan duka hidup. Percayalah, Ia tidak pernah meninggalkan kita. Ia selalu hadir, menguatkan, dan menumbuhkan harapan dalam hati kita.Selamat pagi, Tuhan memberkati.
Ave Maria.