Renungan Harian
Sabtu Oktaf Paskah, 11 April 2026
Bacaan I: Kis 4:13-21
Bacaan Injil: Mrk 16:9-15
Dalam Injil hari ini, Yesus yang bangkit memberikan perintah yang sangat jelas dan tegas kepada para murid-Nya: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.” (Mrk 16:15). Perintah ini bukan hanya untuk para rasul pada masa itu, tetapi juga untuk kita semua sebagai murid-murid Kristus di zaman ini.
Namun, kita tahu bahwa tugas perutusan ini tidak selalu mudah. Dalam Bacaan Pertama, kita melihat bagaimana Petrus dan para rasul menghadapi ancaman, larangan, bahkan tekanan dari para pemimpin agama agar mereka berhenti mewartakan nama Yesus. Situasi ini menggambarkan bahwa sejak awal, pewartaan Injil selalu berhadapan dengan tantangan dan penolakan.
Realitas yang sama juga kita alami saat ini. Mewartakan Injil bukan hanya soal berbicara, tetapi terutama tentang hidup yang menjadi kesaksian. Ketika kita berusaha hidup jujur, mengampuni, mengasihi, dan melakukan kebaikan, sering kali kita justru dianggap aneh, ditolak, atau bahkan disalahpahami. Tidak jarang, iman kita diuji oleh situasi hidup yang sulit, tekanan lingkungan, atau rasa takut.
Namun, di tengah semua itu, kita diingatkan oleh keberanian Petrus: “Tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar.” (Kis 4:20). Iman yang sejati tidak bisa disembunyikan. Pengalaman akan kasih dan karya Tuhan mendorong kita untuk bersaksi, bukan dengan paksaan, tetapi dengan ketulusan hidup.
Kabar sukacita Paskah memberi kita kekuatan: Yesus telah bangkit dan Ia hidup! Maka, tidak ada ancaman, tekanan, atau kesulitan yang mampu memadamkan terang Injil. Penyertaan Tuhan selalu nyata bagi setiap orang yang setia pada-Nya.
Karena itu, marilah kita tidak takut. Wartakanlah Injil melalui kata dan tindakan kita setiap hari: dalam keluarga, di tempat kerja, di tengah masyarakat. Jadilah saksi kasih Tuhan yang hidup, sederhana namun nyata.
Selamat pagi, Tuhan memberkati. Ave Maria.





