Renungan Harian: Peka Terhadap Belaskasih Allah yang Bekerja Dalam Hidup Kita

150

Renungan Harian, 27 Okt 2025
Bacaan I: Rom 8:12-17
Bacaan Injil: Luk 13:10-17

Dalam perjalanan hidup kita, seringkali kita dihadapkan pada kejadian-kejadian yang mencerminkan kebesaran dan kemuliaan Allah. Bacaan Injil hari ini mengisahkan tentang seorang wanita yang menderita karena bungkuk selama delapan belas tahun. Betapa pilunya hidupnya, yang terkurung dalam belenggu penyakit dan penderitaan. Namun, Yesus, dalam belaskasih-Nya, menjamahnya dan mengembalikan kemuliaan yang hilang, sehingga dia langsung memuliakan Allah.

Pengalaman penyembuhan ini menunjukkan bahwa kehadiran Allah dalam hidup kita tidak hanya memberikan pembebasan dari penderitaan fisik, tetapi juga memulihkan martabat dan identitas kita sebagai anak-anak-Nya. Saat kita merasakan kasih dan kuasa Allah, respon alami kita adalah memuliakan-Nya. “Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah.” (Luk 13:13).

Namun, dalam konteks yang sama, kita juga diingatkan akan sikap hati yang tertutup. Para pemimpin agama zaman itu berusaha menghentikan Yesus dengan membungkam belaskasih-Nya melalui aturan-aturan yang kaku. Mereka menilai tindakan baik dan belas kasih sebagai pelanggaran hukum. Ini adalah peringatan bagi kita bahwa kadang-kadang, hukum dan tradisi bisa menjadi penghalang bagi kita untuk merasakan dan membagikan kasih Allah.

Sebagai pengikut Kristus, mari kita senantiasa membuka hati dan pikiran kita terhadap karya Allah yang mengalir dalam hidup kita. Kesadaran akan kehadiran Allah seharusnya mendorong kita untuk mengucapkan syukur dan memuliakan-Nya dalam setiap aspek kehidupan kita, baik dalam suka maupun duka.

Semoga setiap pengalaman kita, baik yang mengagumkan maupun yang menantang, dapat menjadi jalan untuk lebih dekat kepada-Nya dan menambah pujian kita akan kemuliaan-Nya. Mari kita berdoa agar kita senantiasa peka terhadap belaskasih Allah yang bekerja dalam hidup kita dan bersedia untuk berbagi kasih itu kepada sesama.

Tuhan memberkati kita semua, dan Ave Maria!