Renungan Harian: merawat dan memurnikan hati

140

Renungan Harian, Selasa, 26 Agustus 2025
Bacaan Injil: Matius 23:23-26

Hidup Kristiani sejatinya adalah perjuangan untuk terus merawat dan memurnikan hati. Hati adalah pusat hidup kita: dari sanalah lahir pikiran, perkataan, dan perbuatan. Bila hati bersih, maka hidup kita akan memancarkan kebaikan; tetapi bila hati dikotori oleh keserakahan, iri hati, kesombongan, dan keegoisan, maka tindakan kita pun akan penuh dengan kepalsuan dan bahkan kejahatan.

Yesus dalam Injil hari ini dengan tegas mengecam ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Mereka begitu tekun dalam hal-hal lahiriah, bahkan sangat detail dalam menunaikan kewajiban keagamaan, tetapi melupakan inti dari hukum Taurat: keadilan, belas kasih, dan kesetiaan. Mereka lebih sibuk memoles tampilan luar agar terlihat saleh, tetapi mengabaikan batin yang penuh dengan kepalsuan. Itulah sebabnya Yesus menyebut mereka sebagai orang-orang munafik.

Kritik Yesus ini juga berlaku bagi kita. Mungkin kita rajin ke gereja, setia dalam doa, atau terlibat aktif dalam kegiatan rohani. Namun, apakah hati kita sungguh bersih? Apakah kita sungguh berbelas kasih kepada sesama, adil terhadap orang lain, dan setia kepada Tuhan dalam keseharian? Jangan sampai kita hanya terlihat baik di luar, tetapi hati kita kotor oleh dendam, iri hati, atau ambisi pribadi.

Yesus menegaskan, “Bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih” (Mat 23:26). Artinya, pembaruan hidup harus dimulai dari hati. Bila hati kita murni, maka semua yang keluar dari hidup kita akan memancarkan kasih, kebaikan, dan rahmat.

Hari ini kita diajak untuk berani melakukan pembersihan batin. Kita belajar menata hati dengan menyingkirkan egoisme, kesombongan, dan segala keinginan jahat yang merusak jiwa. Sebaliknya, kita menumbuhkan semangat kasih, keadilan, kesetiaan, dan belas kasih dalam hidup kita. Dengan hati yang bersih, hidup kita akan menjadi saluran rahmat bagi sesama dan kesaksian nyata tentang kasih Allah.

Saudara-saudari terkasih, mari kita berjuang menjaga kemurnian hati. Jangan hanya sibuk mempercantik lahiriah, tetapi lupa mengolah batin. Percayalah, hati yang murni akan melahirkan tindakan yang ditaburi oleh cinta kasih.

Tuhan memberkati. Ave Maria!