Renungan Harian – 27 Januari 2026
“Menjadi Terang yang Memancar”
Bacaan Injil hari ini (Mrk 4:21–25) mengajak kita merenungkan makna terang dalam hidup orang beriman. Yesus menggunakan gambaran pelita yang tidak diletakkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan di atas kaki dian, agar cahayanya menerangi semua orang. Terang tidak pernah dimaksudkan untuk disembunyikan. Terang ada untuk dibagikan.
Orang yang sungguh menyadari dan merasakan terang dari Allah tidak mungkin menyimpannya bagi diri sendiri. Terang itu akan memancar keluar, menyentuh dan menghangatkan sesama. Kebaikan yang kita terima dari Allah akan mendorong kita untuk menebarkan kebaikan yang sama. Potensi, talenta, dan karunia yang dianugerahkan Tuhan kepada kita bukan untuk dikubur, melainkan untuk dikembangkan dan dipersembahkan demi keselamatan dan kebahagiaan bersama.
Dalam terang Injil ini, kita diajak untuk berani dan rela berkorban. Menjadi pelita berarti siap ditempatkan “di atas kaki dian”, artinya siap dilihat, siap memberi diri, dan kadang siap menanggung risiko demi kebaikan orang lain. Demikian pula iman kita kepada Kristus. Iman itu harus terus bertumbuh, berkembang, dan berbuah nyata dalam kehidupan sehari-hari. Iman yang hidup akan menyegarkan sesama dan menghadirkan Kristus melalui sikap, perkataan, dan tindakan kita.
Melalui pelayanan kasih, orang lain dapat merasakan aliran kasih Kristus. Melalui kehadiran kita, orang lain dikuatkan dan diteguhkan. Inilah panggilan kita: menjadi pancaran cinta kasih Kristus di tengah dunia, menjadi penebar kebaikan di mana pun kita berada.
Yesus juga mengingatkan, “Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.” (Mrk 4:25). Semakin kita berani berbagi kasih, semakin kita diperkaya oleh kasih itu sendiri. Semakin kita menolong dan memberi, semakin kita mengalami penyelenggaraan dan kemurahan Allah dalam hidup kita.
Semoga kita semakin bertumbuh, berkembang, dan berbuah dalam iman yang kita wujudkan dalam sikap hidup sehari-hari. Semoga kita setia menjadi penebar benih-benih kebaikan dan sukacita, terutama bagi mereka yang menderita dan papa.
Tuhan memberkati. Ave Maria.





