Renungan Harian, 19 Januari 2026
Bacaan I: 1Sam 15:16–23
Bacaan Injil: Mrk 2:18–22
Sebagai orang Kristiani, kita diundang untuk terus-menerus melakukan pembaruan diri. Iman bukanlah sesuatu yang statis, melainkan sebuah peziarahan batin yang menuntut keberanian untuk berubah. Kita diajak menanggalkan pola hidup lama yang dikuasai dosa, egoisme, dan kebiasaan-kebiasaan yang menjauhkan kita dari Allah, lalu mengenakan manusia baru yang hidupnya dikuasai oleh Roh Tuhan.
Dalam bacaan pertama, Nabi Samuel dengan tegas menegur Raja Saul: “Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan” (1Sam 15:22). Saul merasa telah melakukan hal yang benar dengan mempersembahkan korban, tetapi hatinya tidak taat sepenuhnya pada kehendak Allah. Ia masih mempertahankan kehendaknya sendiri. Bacaan ini menegaskan bahwa Allah tidak berkenan pada kesalehan lahiriah yang tidak disertai pembaruan hati dan ketaatan sejati.
Pesan ini dipertegas dalam Injil hari ini. Yesus menggunakan dua perumpamaan yang sangat kuat: kain baru pada baju tua dan anggur baru dalam kantong kulit yang lama. Keduanya akan berakhir rusak dan terbuang. Melalui gambaran ini, Yesus menegaskan bahwa kehadiran-Nya membawa pembaruan yang radikal. Ia tidak datang sekadar untuk “menambal” hidup lama kita, tetapi untuk memperbarui seluruh cara hidup kita.
Yesus yang membawa anggur baru—yakni hidup baru dalam kasih, rahmat, dan kebenaran—harus diterima dengan kantong yang baru, yaitu hati yang terbuka, rendah hati, dan siap diubah. Apalah artinya kita mengaku sebagai pengikut Kristus, bila cara berpikir, bersikap, dan bertindak kita masih terikat pada pola lama yang penuh dosa? Pembaruan yang ditawarkan Yesus menuntut keputusan yang tegas dan total.
Mari kita datang kepada Tuhan dengan kerendahan hati, memohon rahmat-Nya agar kita dikuatkan untuk menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru, sesuai dengan kehendak-Nya.
Semoga Roh Kudus menolong kita untuk terus diperbarui, agar hidup kita sungguh menjadi bejana yang layak bagi anggur baru dari Allah.
Tuhan memberkati. Ave Maria.





