Renungan Harian
22 Februari 2026 – Minggu Prapaskah I
Bacaan I: Kej 2:7-9; 3:1-7
Bacaan II: Rom 5:12-19
Bacaan Injil: Mat 4:1-11
Mematahkan Godaan
Masa Prapaskah adalah masa untuk kembali menyelaraskan hidup dengan Allah. Namun justru ketika kita hendak bersatu lebih erat dengan Tuhan, godaan sering muncul semakin kuat. Godaan itu bertujuan menjauhkan kita dari Allah, mematahkan iman kita, dan membuat kita mengingkari kebaikan Tuhan. Godaan berasal dari kuasa kegelapan—untuk menghancurkan, memisahkan, dan menjatuhkan kita dari jalan Tuhan.
Dalam Injil hari ini, Yesus mengalami tiga godaan ketika menjalani puasa panjang di padang gurun. Ketika tubuh-Nya lemah, iblis datang menawarkan hal-hal yang tampaknya menggiurkan: Mengubah batu menjadi roti – godaan untuk tidak lagi bergantung pada Allah. Menyembah iblis untuk mendapat kerajaan dunia – godaan akan kekuasaan dan kejayaan instan. Melompat dari bubungan Bait Allah – godaan akan kesombongan rohani, memamerkan kuasa sebagai Anak Allah.
Yesus mematahkan semuanya lewat kesatuan hati-Nya dengan Bapa dan kekuatan Sabda. Ia tidak memberi ruang sedikit pun bagi tipu daya kegelapan. Yesus tetap setia. Ia menang.
Iblis bekerja di titik paling lemah dalam hidup kita—melalui kebutuhan, keinginan, dan kekurangan kita. Tiga hal yang paling sering menjadi pintu masuknya adalah: Harta. Keinginan memiliki bisa berubah menjadi kerakusan. Banyak orang rela menghalalkan segala cara demi uang, lalu kehilangan nurani dan merusak hidup. Kekuasaan. Ambisi kekuasaan dapat membutakan hati. Fitnah, manipulasi, bahkan konflik yang memakan korban sering terjadi karena orang tak mampu membatasi diri.
Kesenangan daging. Ada yang terjerat pornografi, hubungan tidak sehat, perjudian, miras, narkoba, dan hiburan yang merusak. Ketika iman melemah, jebakan ini terasa begitu menggiurkan.
Karena itu kita perlu menghidupi prinsip rohani yang diajarkan para kudus: Agere Contra — Melawan pada Kesempatan Pertama. Jangan membiarkan godaan tumbuh. Jangan memberi ruang walau sedikit. Selagi masih kecil, patahkan! Godaan yang dipelihara akan menjadi kebiasaan, lalu berubah menjadi dosa yang sulit dilepaskan.
Paulus menegaskan dalam bacaan kedua bahwa oleh satu pribadi, yaitu Yesus Kristus, kita menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran yang memampukan kita untuk hidup dan berkuasa (Rm 5:17). Dialah satu-satunya sumber kekuatan kita untuk menang atas godaan.
Melalui Ekaristi – kita dipersatukan dengan kurban Kristus dan dipersenjatai dengan daya rohani-Nya.
Melalui Doa – kita menjaga kesatuan dengan Bapa dan menyadari serangan yang datang.
Melalui Pertobatan – hati yang terarah kembali pada Allah lebih peka melihat jebakan dosa.
Melalui puasa dan pantang – melatih kedisiplinan rohani agar mampu mengendalikan keinginan.
Prapaskah adalah kesempatan untuk mengasah hidup batin, membangun kesetiaan, dan memperkuat benteng hati.
Marilah kita belajar dari Yesus untuk tegas dan berani mematahkan godaan. Jangan menunda, jangan berkompromi, dan jangan memberi ruang pada kuasa kegelapan. Bersama Kristus, kita pasti menang.
Tuhan memberkati dan Ave Maria!





