Renungan Harian – 30 Maret 2026
Bacaan I: Yes 42:1-7
Mazmur Tanggapan: Mzm 27:1.2.3.13-14
Bacaan Injil: Yoh 12:1-11
Pekan Suci menjadi momen yang sangat istimewa bagi kita untuk melihat kembali kualitas iman kita di hadapan Tuhan. Injil hari ini menghadirkan dua sikap yang sangat kontras: ketulusan Maria dan kemunafikan Yudas Iskariot.
Maria datang kepada Yesus dengan membawa minyak narwastu yang mahal. Ia tidak berhitung, tidak menahan, dan tidak mencari pujian. Ia memberikan yang terbaik, bahkan dengan kerendahan hati yang mendalam—menyeka kaki Yesus dengan rambutnya. Tindakan ini bukan sekadar ungkapan kasih, tetapi juga penyerahan diri sepenuhnya. Maria sadar siapa Yesus baginya, dan ia pun sadar akan keterbatasan dirinya. Dari kesadaran itulah lahir persembahan yang tulus dan total.
Sebaliknya, Yudas menunjukkan sikap yang tampak benar di luar, tetapi sesungguhnya penuh kepalsuan. Ia berbicara seolah-olah peduli kepada orang miskin, padahal hatinya tidak jujur. Kritiknya bukan lahir dari kasih, melainkan dari kepentingan pribadi. Inilah wajah kemunafikan: terlihat baik, tetapi menyimpan niat yang tidak murni.
Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk bercermin: sikap mana yang lebih banyak kita hidupi? Apakah kita seperti Maria yang tulus dan rela memberi yang terbaik? Ataukah kita seperti Yudas yang tampak baik di luar, tetapi menyimpan motivasi tersembunyi?
Pekan Suci adalah waktu rahmat untuk membongkar “kedok-kedok” dalam diri kita. Tuhan tidak membutuhkan kepura-puraan kita. Ia menghendaki hati yang jujur, sederhana, dan terbuka. Ia rindu kita datang kepada-Nya apa adanya, dengan segala kelemahan, tetapi juga dengan kasih yang tulus.
Mari belajar dari Maria: berani memberikan yang terbaik untuk Tuhan, bukan dari kelimpahan, tetapi dari kasih yang mendalam. Jangan takut untuk merendahkan diri di hadapan-Nya, sebab justru dalam kerendahan hati itulah kita diangkat dan dipulihkan.
Semoga di Pekan Suci ini, kita semakin dimurnikan, dijauhkan dari kemunafikan, dan dimampukan untuk hidup dalam kejujuran iman.
Tuhan memberkati. Ave Maria.





