Renungan Harian: Kerajaan Kristus adalah kerajaan kasih, kerahiman, dan pengorbanan

137

Renungan Harian, Minggu, 23 November 2025
Pesta Tuhan Yesus Kristus Raja Semesta Alam
Bacaan I: 2Sam 5:1-3
Mazmur Tanggapan: Mzm 122:1-2,4-5
Bacaan II: Kol 1:12-20
Bait Pengantar Injil: Mrk 11:9-10
Bacaan Injil: Luk 23:35-43

Setiap murid Kristus tentu merindukan hidup dalam Kerajaan Surga bersama Tuhan. Kerinduan itu bukan sekadar harapan kosong, tetapi lahir dari janji Allah sendiri bahwa Ia akan memperhatikan domba-domba-Nya, menyertai, memelihara, dan menuntun mereka menuju hidup kekal. Melalui Kristus, kita diangkat menjadi saudara dan saudari-Nya, sehingga kita pun dipanggil untuk saling memperhatikan dan mengasihi satu sama lain.

Hari ini, di penghujung Tahun Liturgi, Gereja merayakan Pesta Yesus Kristus Raja Semesta Alam. Namun, gambaran tentang Yesus sebagai Raja jauh berbeda dari gambaran raja dunia. Di dunia, raja identik dengan kekuasaan, kemewahan, dan kehormatan. Tetapi Yesus menghadirkan wajah kerajawanan yang sungguh lain.

Sebagai Raja, Ia tidak hidup dalam kemegahan, tetapi memilih mantol kemiskinan. Sebagai Raja, Ia tidak menuntut dilayani, tetapi memilih menjadi hamba. Sebagai Raja, Ia tidak menindas, tetapi justru mengangkat manusia yang jatuh. Sebagai Raja, Ia tidak mengejar jabatan, tetapi merendahkan diri sampai dipandang hina. Sebagai Raja, Ia tidak duduk di singgasana emas, tetapi memerintah dari kayu salib.

Kerajaan Kristus adalah kerajaan kasih, kerahiman, dan pengorbanan. Itulah sebabnya Ia menyatakan: “Segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku” (Mat 25:40). Yesus hadir dalam diri orang miskin, terluka, terpinggirkan, dan tersakiti. Di sanalah wajah Sang Raja bersinar.

Di kayu salib, Yesus memperlihatkan kemuliaan kerahiman-Nya. Di saat Ia dihina, disiksa, dan hampir ditinggalkan semua orang, Ia tetap mengasihi. Bahkan seorang penjahat yang bertobat mendapat jaminan keselamatan: “Sesungguhnya, hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus” (Luk 23:43). Di saat dunia melihat kehinaan, Tuhan justru mengalirkan kasih.

Maka, mengikuti Kristus Raja berarti: Membangun kepedulian kepada mereka yang miskin dan menderita. Menghidupi solidaritas, bukan hanya dalam kata-kata tetapi dalam tindakan nyata. Belajar rendah hati, sebab kerendahan hati adalah mahkota Sang Raja sejati.

Melayani sampai tuntas, karena pelayanan adalah pewartaan paling kuat tentang Kerajaan Allah. Mengalirkan belaskasih, bahkan kepada mereka yang bersalah kepada kita.

Semoga perayaan Kristus Raja mengarahkan hati kita untuk semakin serupa dengan Dia, Raja yang bermahkota duri tetapi memerintah dengan cinta yang tak terbatas.

Selamat Merayakan Hari Raya Yesus Kristus Raja Semesta Alam.
Tuhan memberkati. Ave Maria!