Renungan Harian: Kebaikan tidak selalu berbalas kebaikan Dari Sesama

112

Renungan Harian – 27 Maret 2028
Bacaan I: Yer 20:10-13
Bacaan Injil: Yoh 10:31-42

Kebaikan tidak selalu berbalas kebaikan dari sesama. Itulah kenyataan yang sering kita alami dalam hidup beriman. Nabi Yeremia, yang setia mewartakan kehendak Tuhan, justru harus menghadapi hujatan, fitnah, bahkan ancaman dari orang-orang di sekitarnya. Mereka yang seharusnya mendengarkan sabda Tuhan, malah berbalik melawan utusan-Nya.

Hal yang sama juga dialami oleh Yesus. Ia berkeliling sambil berbuat baik, menyembuhkan orang sakit, dan mewartakan kasih Allah. Namun, semua itu tidak membuat-Nya diterima sepenuhnya. Sebaliknya, Ia justru diintai, dicurigai, dan hendak dibinasakan. Kebaikan-Nya tidak dihargai, bahkan dianggap ancaman oleh mereka yang hatinya tertutup.

Pengalaman ini menjadi cermin bagi kita. Dalam kehidupan sehari-hari, ketika kita berusaha hidup baik, melayani dengan tulus, dan melakukan yang benar, tidak jarang kita justru disalahpahami. Kita bisa difitnah, dicemooh, atau bahkan dijatuhkan. Situasi seperti ini seringkali melemahkan semangat kita. Muncul pertanyaan dalam hati: Apakah masih layak berbuat baik jika hasilnya justru penderitaan?

Sabda Tuhan hari ini memberikan jawaban yang tegas: tetaplah setia! Nabi Yeremia menunjukkan bahwa di tengah tekanan yang berat, ia tidak menyerah. Ia tetap percaya bahwa Tuhan menyertainya: “Tetapi TUHAN menyertai aku seperti pahlawan yang gagah…” (Yer 20:11).

Inilah sumber kekuatan kita. Bukan pujian manusia, bukan pengakuan dunia, tetapi penyertaan Tuhan sendiri. Ketika kita bersandar pada-Nya, kita tidak akan goyah, meskipun badai kehidupan datang silih berganti.

Yesus pun memberikan teladan yang sama. Ia tidak mundur dari perutusan-Nya, walaupun harus menghadapi penolakan dan penderitaan. Ia tetap setia sampai akhir, karena Ia percaya sepenuhnya kepada Bapa.

Maka, kita pun diajak untuk tetap bertekun dalam kebaikan. Jangan mengendorkan semangat pelayanan hanya karena tantangan. Jangan berhenti berbuat baik hanya karena tidak dihargai. Serahkan semua pergumulan kita kepada Tuhan, dan biarkan Dia yang menjadi kekuatan kita.

Dengan berserah kepada Tuhan, kita akan diteguhkan. Harapan kita akan diperbarui. Keberanian untuk berkorban akan terus dibangkitkan dalam diri kita.

Selamat pagi, Tuhan memberkati. Ave Maria.