Renungan Harian: Jiwa kita membutuhkan energi sejat

110

Renungan Harian, 07 Februari 2025
Bacaan I: 1Raj 3:4-13
Bacaan Injil: Mrk 6:30-34

Keseimbangan antara doa dan karya adalah napas dari kehidupan rohani yang sehat. Tanpa keseimbangan ini, manusia akan mudah rapuh—baik secara batin maupun dalam pelayanan. Tuhan tidak pernah menghendaki kita menjadi pribadi yang hanya berdoa tanpa bekerja, atau bekerja tanpa berdoa. Keduanya adalah dua sayap yang harus bergerak bersama agar kita dapat terbang menuju kesempurnaan hidup.

Bacaan Injil hari ini memperlihatkan sisi manusiawi dan rohani Yesus yang luar biasa. Setelah pelayanan yang begitu melelahkan, Ia berkata kepada para murid: “Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!” (Mrk 6:31). Yesus tahu bahwa karya tanpa hening akan mengeringkan jiwa. Ia juga tahu bahwa doa tanpa keterlibatan nyata dalam hidup akan kehilangan makna. Karena itu, Ia selalu menjaga irama: melayani, kemudian masuk dalam keheningan bersama Bapa.

Kita pun sering mengalami hal yang sama. Banyak orang bekerja sangat hebat, cemerlang di hadapan dunia, tetapi secara batin mengalami kekosongan dan keletihan yang tak tertahankan. Terkadang seseorang jatuh bukan karena kurang kuat bekerja, tetapi karena kurang kuat berdoa. Bukan karena kurang banyak bergerak, tetapi karena tidak pernah berhenti sejenak untuk hening.

Jiwa kita membutuhkan energi sejati—energi yang tidak dapat diberikan oleh dunia. Hiburan, keramaian, dan kesibukan hanya memberi pelarian sementara. Tetapi kekuatan yang memulihkan, yang menghidupkan kembali semangat, hanya bisa mengalir dari keheningan bersama Allah. Di sanalah kita dituntun, diteguhkan, dan disegarkan.

Maka hari ini kita diajak untuk menjaga keseimbangan itu. Dalam kesibukan dan tanggung jawab yang begitu berat, mari sisihkan waktu untuk duduk diam di hadapan Tuhan. Berdiam, mendengar, dan menimba kekuatan. Sebab hanya dari-Nya mengalir energi yang mampu memampukan kita berkarya dengan lebih tulus, lebih bijaksana, dan lebih berkualitas.

Percayalah, hanya dalam kesatuan dengan Allah kita menemukan kekuatan sejati untuk menjalankan setiap karya hidup.

Tuhan memberkati dan Ave Maria!