Renungan Harian: “Iman Yang Teguh Mendatangkan Keselamatan.”

146

Renungan Harian, 03 Februari 2026
Bacaan I: 2Sam 18:9-10.14b.24-25a.30–19:3
Bacaan Injil: Mrk 5:21-43

“Iman yang teguh mendatangkan keselamatan.”
Inilah pesan kuat yang disampaikan kepada kita hari ini. Orang yang sungguh beriman tidak hanya percaya pada kuasa Yesus, tetapi menyerahkan seluruh hidup—baik sukacita maupun pergumulan—ke dalam tangan-Nya. Iman yang teguh membuat seseorang tetap berdiri, bahkan ketika badai hidup menerpa.

Dalam bacaan pertama, kita melihat kesedihan hati Daud atas kematian Absalom. Meski Absalom memberontak, Daud tetap mengasihinya. Kisah ini menunjukkan betapa dalam kasih seorang ayah, sekaligus mengingatkan kita bahwa dalam pergumulan hidup, hati manusia sering remuk. Namun, seperti Daud yang tetap bersandar pada Tuhan dalam duka dan kesedihan, demikian pula kita diajak untuk tidak menyerah ketika beban hidup terasa berat.

Dalam Injil, Yesus menampilkan wajah belas kasih dan kuasa Allah melalui dua sosok yang imannya luar biasa:

Pertama, Yairus — Iman yang berserah penuh. Seorang kepala rumah ibadat datang dan tersungkur di kaki Yesus. Ia tidak lagi memedulikan statusnya, kehormatannya, atau pandangan orang banyak. Ia hanya tahu satu hal: Yesus adalah pengharapan terakhirnya.

Dengan iman yang teguh ia berkata: “Letakkanlah tangan-Mu atas anakku, supaya ia selamat dan tetap hidup.” Dan Yesus menanggapi imannya.

Kedua, perempuan yang sakit pendarahan — Iman yang berani melampaui batas. Selama 12 tahun ia menderita. Ia sudah kehilangan kesehatan, harta, dan mungkin juga harga diri. Namun, ia tidak kehilangan harapan.
<span;>Ia yakin: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”

Di tengah kerumunan, ia menjangkau iman itu — dan Yesus menyembuhkannya. “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.”

Kedua sosok ini menunjukkan bahwa iman yang teguh tidak kenal putus asa. Iman selalu mencari jalan untuk mendekat kepada Tuhan, meski secara manusia nampak mustahil.

Hari ini kita diajak untuk meneladani mereka: Tetap percaya ketika situasi memburuk. Tetap berharap meski doa terasa belum dijawab. Tetap setia mempersembahkan hidup dan pergumulan kepada Tuhan.

Percayalah, Yesus tidak tinggal diam. Ia melihat, Ia tahu, dan Ia sanggup menjamah, menyembuhkan, dan memulihkan hidup kita. Yang Ia butuhkan hanyalah iman yang teguh dan hati yang berserah.

Tuhan memberkati. Ave Maria!